Generasi Muda Soroti Pentingnya Kesehatan Mental Era Digital

  • 08 Sep 2025 09:31 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Kesehatan mental kini menjadi masalah di kalangan generasi muda, khususnya di era digital yang lekat dengan media sosial. Tekanan untuk selalu mengikuti perkembangan sering kali berujung pada kecemasan dan rasa tidak stabil secara emosional.

Situasi ini membuat generasi muda semakin rentan jika tidak mampu mengendalikan diri di tengah arus informasi yang serba cepat. Nuranti, mahasiswa Gen Z Universitas Bengkulu, menilai media sosial menjadi tantangan terbesar dalam menjaga kesehatan mental.

Menurutnya, dorongan untuk selalu tampil sempurna di media sosial sering kali menimbulkan rasa tidak percaya diri dan membuat sebagian anak muda terjebak dalam perbandingan yang tidak sehat. Tak sedikit yang akhirnya memaksakan diri untuk tampil seperti apa yang tengah populer di media sosial.

“Kalau menurut saya pribadi, kesehatan mental itu ketika kita mampu stabil dalam hal tidak mengalami kecemasan. Biasanya kestabilan mental itu berhubungan dengan kecemasan,” ujarnya (6/9/25).

Sementara, Tense, guru agama Islam, menekankan pentingnya keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai, menjaga kesehatan mental tidak bisa hanya dilakukan dengan menghindari masalah, tetapi juga dengan menciptakan ruang positif bagi diri sendiri.

“Saya melakukannya dengan tetap aktif mengeksplor hal-hal baru, menjaga hobi, serta membagi waktu antara pekerjaan dan aktivitas pribadi. Untuk menjaga kesehatan mental saya,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu, Rafinita Aditia, menyebut kendali kesehatan mental berada pada individu masing-masing. Ia menegaskan bahwa setiap orang perlu memiliki kesadaran diri untuk mengatur pola hidup, terutama dalam penggunaan teknologi digital yang saat ini sudah menjadi kebutuhan sehari-hari.

“Yang paling bagus dilakukan Gen Z itu dengan mengatur tempo dan waktu menggunakan gadget. Kalau kita tidak atur, bangun tidur sampai mau tidur bisa terus-terusan scroll,” ujarnya.

Rafinita menjelaskan bahwa kesehatan mental bukan hanya tentang menghindari stres, tetapi juga bagaimana mengelola diri di tengah derasnya arus digital. Menurutnya, dengan keseimbangan, kesadaran, dan literasi yang baik, generasi muda diharapkan mampu menjaga kewarasan mereka di era media sosial, Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari lingkungan sekitar, baik keluarga maupun teman-teman, agar kesehatan mental tidak lagi menjadi isu yang terabaikan. (dlvia)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....