Mengubah Sampah Organik Jadi Produk Kreatif

  • 26 Agt 2025 10:25 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Inisiatif luar biasa datang dari Kampung Siba Klasik, Kelurahan Sidokumpul, Gresik, yang berhasil mengolah 95 persen sampah di kawasan mereka menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Melalui program Zero Waste Siba Klasik, tim penyuluh yang dipimpin oleh Saifudin Effendi, mengubah limbah organik menjadi lebih dari 200 produk, termasuk kerajinan tangan dan produk rumah tangga.

Menurut Saifudin, keberhasilan ini didukung oleh kesadaran warga yang tinggi. “Kami sudah mengolah 95 persen sampah di kawasan sendiri. Banyak media pengomposan di kampung, jadi mudah bagi warga untuk mengolah sampah organik,” ujarnya kepada RRI, Selasa 26/08/2025.

Salah satu produk andalan yang paling diminati adalah vas bunga unik yang terbuat dari kompos. Ia menjelaskan, proses pembuatannya membutuhkan ketelatenan.

“Proses pengomposan itu paling lama, sekitar 1,5 bulan. Setelah itu dipanen, dijemur, dimixer, lalu dicampur dengan kondimen lain seperti tepung tapioka untuk perekatan. Sementara ini masih khusus produk dalam ruangan karena produk tidak tahan air,” katanya.

Keberhasilan program ini tak lepas dari peran serta aktif masyarakat. Dengan banyaknya media pengomposan yang tersedia di setiap sudut kampung, warga kini terbiasa dan mudah mengolah sampah organik mereka sendiri. Hal ini mempercepat proses pengumpulan bahan baku dan memperkuat komitmen warga dalam menjaga lingkungan.

Pengembangan produk tak berhenti di situ. Ke depan, Zero Waste Siba Klasik berencana untuk menciptakan produk sekali pakai yang ramah lingkungan, yaitu piring organik dari pelepah pisang.

"Ini adalah ide kami ke depan, untuk membuat piring organik dari pelepah pisang. Program ini untuk lebih mencintai organik," kata Saifudin, menandai langkah maju dalam upaya mengkampanyekan gaya hidup organik dan berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada produk berbahan plastik dan bahan anorganik lainnya.

Inisiatif Zero Waste Siba Klasik juga telah tergabung dalam GKMS (Gresik Kawasan Merdeka Sampah), sebuah pengakuan atas komitmen dan kerja keras mereka. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi kawasan lain untuk mengadopsi model serupa, membuktikan bahwa pengelolaan sampah yang inovatif dan terpadu dapat menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....