Sejarah Panjang Kerajaan Bone dari Awal Hingga Merdeka

  • 23 Agt 2025 20:33 WIB
  •  Bone

KBRN, Bone : Kerajaan Bone merupakan salah satu kerajaan besar di Sulawesi Selatan yang memiliki perjalanan sejarah panjang, mulai dari masa pembukaannya hingga masa kolonial Belanda. Catatan sejarah menunjukkan peran besar para raja bergelar Arumpone dalam membawa Bone ke puncak kejayaan sekaligus melewati masa-masa sulit perlawanan terhadap kolonial.

Dilansir dari Wikipedia, riwayat awal Bone disebutkan dalam Attoriolong ri Bone (ARB) yang tersimpan di Perpustakaan Negara Berlin dan dalam Lontaraq Akkarungeng Sulsel (ARS). Tokoh yang tercatat membuka Bone adalah La Tenri Tompo, Arung Tanete Riawang. Dari keturunannya lahirlah La Pattikkeng Arung Palakka yang menikahi We Pattanra Wanua, putri La Ubbi, ManurungE ri Matajang, yang dikenal sebagai Arumpone Bone pertama.

Sejarah mencatat, Ratu Bone We Tenrituppu adalah pemimpin Bone pertama yang memeluk Islam. Namun, agama Islam baru diterima secara resmi pada masa Arumpone ke-12, La Tenripale Matinroe ri Tallo. Saat itu, Arumpone juga membentuk struktur pemerintahan baru dengan mengangkat Arung Pitu atau Ade’ Pitue, ditambah posisi Parewa Sara (Petta KaliE atau Qadhi). Meski demikian, posisi Bissu tetap dipertahankan dalam kerajaan.

Bone mencapai masa kejayaan setelah Perang Makassar tahun 1667–1669. Dalam perang ini, Bone bersama Belanda berhasil menundukkan Kesultanan Gowa. La Tenritatta Arung Palakka Sultan Sa’aduddin kemudian tampil sebagai penguasa tertinggi, dan setelahnya kekuasaan dilanjutkan oleh La Patau Matanna Tikka dan Batari Toja. Dari La Patau Matanna Tikka pula banyak lahir leluhur utama aristokrat Sulawesi Selatan.

Sejak kejatuhan Gowa, Bone menjadi penguasa dominan di jazirah selatan Sulawesi. Namun dominasi itu berada dalam bayang-bayang Belanda. Setelah sempat berada di bawah kekuasaan Inggris pada 1814–1816, Bone dikembalikan lagi ke Belanda sesuai perjanjian Eropa pasca tumbangnya Napoleon Bonaparte.

Perlawanan rakyat Bone terhadap kolonial terus berlangsung, namun Belanda berkali-kali mengirim ekspedisi untuk menundukkan kerajaan. Puncaknya, pada tahun 1905 Bone benar-benar jatuh ke tangan Belanda dalam peristiwa bersejarah yang dikenal dengan nama Rumpa’na Bone.

Meskipun demikian, semangat perlawanan tidak pernah padam. Bone tetap menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan rakyat Sulawesi Selatan. Hingga akhirnya, bersama daerah lain, Bone resmi menjadi bagian dari Republik Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....