Warga Sambeng Gelar Fashion Show Kostum Daur Ulang

  • 20 Agt 2025 08:16 WIB
  •  Tuban

KBRN, Lamongan: Peringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80, Kemerdekaan Republik Indonesia, warga Desa Wudi, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, menggelar lomba fashion show bertema kostum daur ulang. Kegiatan ini diikuti oleh 12 peserta yang merupakan perwakilan dari masing-masing Rukun Tetangga (RT) di desa tersebut.

Fashion show yang telah memasuki tahun keempat ini menjadi ajang unjuk kreativitas warga dalam mengolah berbagai bahan bekas menjadi kostum unik dan menarik. Mulai dari botol plastik, daun nangka, daun jagung, karung goni, bungkus detergen, hingga kantong plastik bekas dimanfaatkan menjadi karya seni busana yang memukau penonton.

Zainul Muchid, Kepala Desa Wudi, menjelaskan, bahwa lomba ini bertujuan mendorong masyarakat untuk lebih kreatif sekaligus memanfaatkan program pemberdayaan yang didukung oleh dana desa. “Kami ingin warga bisa lebih inovatif. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap mereka mampu mengelola potensi yang ada, termasuk sampah daur ulang, menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar Zainul, Selasa (19/8/2025).

Ia juga menambahkan bahwa meskipun saat ini sebagian besar warga Desa Wudi masih menggantungkan hidup dari sektor peternakan dan kesenian Reog, namun potensi kreativitas generasi muda, terutama Karang Taruna, cukup menjanjikan. “Antusiasme masyarakat luar biasa. Penonton memenuhi lokasi acara dari awal hingga akhir. Ini menunjukkan semangat warga dalam menyambut kemerdekaan sekaligus menyokong kreativitas lokal,” ujarnya.

Lebih jauh, Zainul mengungkapkan harapannya untuk menjadikan Desa Wudi sebagai desa wisata di masa mendatang. Meski saat ini keterbatasan ekonomi menjadi tantangan, ia yakin cita-cita tersebut dapat dicapai dengan kolaborasi dan semangat bersama.

“Kami ingin ke depannya, Desa Wudi dikenal sebagai desa kreatif dan mandiri. Mungkin sekarang belum, tapi kami terus berproses,” katanya.

Dalam momen tersebut, Zainul juga menyampaikan harapannya terhadap masa depan Indonesia. Ia berharap pada peringatan HUT RI ke-100 mendatang, negara ini benar-benar mencapai kemakmuran seperti yang dicita-citakan para pendiri bangsa.

“Kata Bung Karno, ‘tongkat dan batu pun bisa jadi tanaman’. Tapi faktanya, kita masih terus berjuang. Mudah-mudahan di usia 100 tahun kemerdekaan nanti, Indonesia sudah menjadi negara yang benar-benar makmur dan maju,” katanya.

Sementara itu, salah satu peserta fashion show, Lia Oktavia, tampil memukau dengan kostum bertema “Putu Ayu” yang terbuat dari botol plastik bekas. Lia mengatakan bahwa pembuatan kostum tersebut memakan waktu lima hari dan dikerjakan bersama para tetangganya.

“Kami sengaja memilih tema makanan tradisional untuk mengangkat budaya lokal. Botol plastik kami potong dan bentuk sedemikian rupa supaya menyerupai kue Putu Ayu,” ujarnya.

Acara ini tidak hanya menjadi hiburan warga di tengah hutan Lamongan, tetapi juga menjadi simbol semangat kemerdekaan, kepedulian lingkungan, serta harapan akan masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat pedesaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....