Train Attendant LRT Jabodebek Tersertifikasi

  • 31 Jul 2025 15:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: LRT Jabodebek beroperasi tanpa masinis namun tetap membutuhkan pengawasan petugas di dalam kereta. Petugas ini disebut Train Attendant karena tugas layanan dan pengendalian darurat.

Saat ini terdapat 121 Train Attendant yang aktif mendampingi perjalanan. Mereka didampingi 13 penyelia sehingga jumlah awak bersertifikat mencapai 134 personel.

Semua petugas telah lulus pelatihan intensif dan menerima sertifikat resmi dari Kementerian Perhubungan. Sertifikat ini sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2023.

Mereka bertugas membantu penumpang prioritas seperti lansia, ibu hamil, dan pengguna disabilitas. Dalam situasi gangguan sistem, Train Attendant dapat mengambil alih kendali kereta.

Setiap Train Attendant mengikuti pelatihan enam bulan meliputi teori, praktik, dan simulasi darurat. Pelatihan diakhiri dengan ujian sertifikasi sesuai ketentuan.

LRT Jabodebek menyediakan simulator kereta untuk pelatihan berkelanjutan para Train Attendant. Simulator ini menguji respons terhadap berbagai skenario operasional.

“Kereta LRT Jabodebek memang beroperasi tanpa masinis. Tetapi bukan berarti tanpa pengawasan manusia,"kata Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, Kamis (31/7/2025).

Train Attendant kami hadir untuk menjamin kenyamanan, keselamatan, dan layanan terbaik bagi penumpang. Mereka adalah bagian penting dari sistem operasional kami,” ujarnya.

Kombinasi sistem otomatis dan kehadiran petugas profesional meningkatkan efisiensi layanan publik. LRT Jabodebek kini mengedepankan sentuhan manusia dalam setiap perjalanan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....