Turak Kuno Bertulis Aksara Ulu Ditemukan di OKU

  • 31 Jul 2025 11:22 WIB
  •  Palembang

KBRN, OKU: Sebuah artefak langka berupa turak, alat bantu tenun kuno, ditemukan di Desa Pengandonan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Temuan ini mengejutkan para pemerhati budaya karena turak tersebut memiliki inskripsi beraksara Ulu—aksara khas Sumatera Selatan—yang berisi mantra rejung atau selihit, dalam bahasa Ogan

Turak tersebut tercatat sebagai koleksi museum dengan nomor inventaris As.+1922, dan menjadi bagian dari dokumen sejarah yang sebelumnya tercatat di British Museum sejak tahun 1883.

Dandy Naufalzach Fadlurahman, pemerhati sekaligus pelestari budaya suku Ogan, menyatakan bahwa inskripsi pada turak ini bukan sekadar hiasan, melainkan puisi penuh makna yang menggambarkan perjalanan hidup manusia dari awal hingga akhir.

“Inskripsi rejung ini penuh dengan kiasan mendalam, yang kemungkinan mengisahkan awal hidup sampai ke duka lara di akhir hidup,” jelas Dandy saat diwawancarai, Kamis (31/7/2025).

Isi mantra rejung yang terukir melingkari badan turak tersebut adalah sebagai berikut:

Ini rejung rencang sabatang

Pesang lang tumbuh tebing

Ringit lang ari la tinggi

Tangis tiung di rimbu pampang

Suku manjing di gunung gadin

Secara fisik, turak terbuat dari bahan bulu bambu tua yang kokoh. Dahulu, fungsinya sebagai wadah penyimpanan untuk alat tenun dan pemintal benang, menjaga agar peralatan tenun tetap awet dan mudah dibawa.

“Dahulu para pengerajin tenun sering dikasih hiasan seperti tulisan atau gambar abstrak. Tapi sekarang, di banyak wilayah Ogan, penenun tradisional sudah tidak ada lagi,” tambah Dandy dengan nada prihatin.

Lebih lanjut, Dandy juga menekankan pentingnya Desa Pengandonan sebagai kawasan budaya yang memiliki akar sejarah kuat.

“Desa Pengandonan merupakan pusat dari Marga Samikerian, desa Ogan tertua dan terawal yang berdiri di wilayah Ogan Ulu,” jelasnya.

Penemuan turak ini tidak hanya menambah daftar panjang artefak budaya Ogan, tetapi juga membuka jendela untuk memahami sistem simbolik, spiritualitas, dan estetika masyarakat Ogan di masa lampau.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....