Semangat Gotong Royong dalam Pelaksanaan Tiwah di Kapuas

  • 30 Jul 2025 02:57 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Pembukaan ritual kematian tingkat terakhir atau Tiwah, bagi umat Hindu Kaharingan, baru saja digelar di Desa Timpah, Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas pada hari Senin (28/7/2025) siang.

Kepala Bidang (Kabid) Bimbingan Masyarakat (Binmas) Hindu dari Kementerian Agama Kantor Wilayah Kalimantan Tengah (Kemenag Kalteng) I Made Adnyana, S.Ag turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dilansir dari laman Kemenag Kalteng, I Made Adnyana mengatakan dalam merancang dan melaksanakan ritual tiwah diperlukan sikap gotong royong dari para anggota tiwah. Pasalnya, pelaksanaan ritual Tiwah memang dikenal mahal karena melibatkan banyak aspek yang memerlukan biaya besar.

"Ritual kematian tingkat terakhir atau tiwah ini adalah ritual yang sangat sakral bagi kita Umat Hindu khususnya di Kalimantan Tengah. Agar pelaksanaan nya berjalan dengan lancar, maka diperlukan sikap gotong royong," ujarnya.

Sebagai Umat Hindu, ia memahami jika ritual yang beragam harus dilakukan penganutnya, mulai dari ritual anak dalam kandungan sampai kepada prosesi terakhir setelah penguburan atau biasa disebut tiwah. "Inilah yang harus kita lestarikan. Dan gotong royong adalah perwujudan sikap sosial yang baik yang bisa kita terapkan di masyarakat," ucap I Made.

Meskipun mahal, Tiwah juga didukung oleh semangat gotong royong dari keluarga besar dan masyarakat sekitar. Dana dan sumber daya seringkali dikumpulkan secara bersama-sama untuk meringankan beban biaya. Sikap gotong royong tersebut inilah yang terlihat dari anggota tiwah mempersiapkan segala sarana.

"Ritual kematian tingkat terakhir ini merupakan bukti cinta kasih, ketulusan dari keluarga terhadap Liau Haring Kaharingan agar bisa menyatu bersama Ranying Hatalla Langit di Lewu Tatau," ucapnya.

Sementara itu, Dra. Sisto Hartati selaku Plt. Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan (MD AHK) Kabupaten Kapuas menyampaikan agar anggota tetap guyub dan selalu menjaga ketertiban.

"Jangan sampai, ritual kita yang suci dan sakral ini ternodai karena ada kesalahpahaman, pertengkaran, dan sebagainya. Itu yang harus kita hindari," ucap Sisto.

Pembukaan ritual Tiwah di Kapuas ini juga dihadiri oleh Perwakilan Camat Timpah, Kades Timpah, Penyelenggara Hindu Kapuas, Danramil, Kapolsek Timpah serta seluruh anggota yang mengikuti ritual Tiwah. Bagi masyarakat Dayak Ngaju, Tiwah bukan hanya upacara adat, tetapi juga ritual sakral yang berkaitan dengan kepercayaan mereka.

Umat Hindu Kaharingan meyakini bahwa Tiwah adalah cara untuk mengantarkan arwah leluhur ke alam baka. Oleh karena itu, mereka rela mengeluarkan biaya besar demi kelancaran dan kesempurnaan upacara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....