Harga Biji Kopi Turun, Kopi Kemasan Justru Stabil

  • 29 Jul 2025 17:17 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Harga kopi di tingkat petani mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Di wilayah Rejang Lebong dan Kepahiang, harga kopi jenis green bean (biji hijau) jenis asalan turun dari Rp65.000 menjadi Rp57.000 per kilogram.

Untuk jenis petik merah, harga turun dari Rp70.000 menjadi Rp65.000 per kilogram. Sedangkan kopi arabika, yang biasanya memiliki nilai jual lebih tinggi, anjlok dari Rp150.000 menjadi Rp110.000 per kilogram.

Penurunan ini dipicu oleh melemahnya harga kopi global dan berbagai faktor lokal seperti kualitas panen yang menurun dan masuknya kopi impor ke pasar domestik.

Meski harga biji kopi turun, harga kopi bubuk kemasan di Bengkulu masih bertahan. Berdasarkan pantauan di Pasar Panorama, kopi kemasan ukuran 250 gram masih dijual antara Rp15.000 hingga Rp18.000, sementara ukuran 500 gram berkisar Rp30.000 hingga Rp35.000, tergantung merek dan kualitas.

Pedagang kopi kemasan, Hamdan, menjelaskan bahwa penurunan harga biji kopi belum berdampak langsung pada harga jual eceran.

“Stok lama masih banyak, jadi kami masih pakai harga sebelumnya. Selain itu, biaya lain seperti penggilingan dan kemasan juga belum turun,” ujarnya saat ditemui di kiosnya.

Ia menambahkan, meskipun harga biji kopi turun, para pedagang tetap berharap agar kondisi ini tidak berlangsung lama. Jika harga terus turun, petani bisa enggan memproduksi kopi, yang pada akhirnya berdampak pada pasokan bahan baku untuk industri pengolahan kopi.

“Kalau petani rugi terus, nanti bahan baku bisa langka. Dampaknya ke semua, bukan cuma ke petani,” tambahnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....