Filosofi Lesung dan Alu, Simbol Kehidupan Masyarakat Bangka
- 05 Jul 2025 22:47 WIB
- Sungailiat
KBRN, Sungailiat : Tak sekadar menjadi alat menumbuk padi, lesung dan alu menyimpan makna filosofis yang dalam bagi masyarakat Bangka.
"Lesung dan alu memiliki beberapa makna filosofi dalam budaya masyarakat Bangka, yang pertama, lambang Kehidupan dan rezeki, lesung sebagai wadah menggambarkan ibu bumi atau
tempat kehidupan yang menampung segala hasil alam, terutama padi sebagai sumber pangan utama sedangkan alu sebagai alat penumbuk melambangkan usaha dan kerja keras manusia dalam mengolah hasil bumi. Makna filosofi
lesung dan alu yang kedua yaitu sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong, menumbuk padi menggunakan lesung dan alu biasanya dilakukan secara berkelompok. Aktivitas ini menggambarkan betapa pentingnya kerja sama antarsesama,
kekompakan, dan kebersamaan dalam hidup bermasyarakat. Irama alu yang ditumbuk bergantian juga menciptakan harmoni, sebagai simbol bahwa kehidupan yang selaras akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat," ujar Mak Sekar saat mengisi etnis nusantara serumpun sebalai, Sabtu, (5/7/2025).
Mak Sekar menambahkan makna filosofi lesung dan alu yang ketiga adalah rasa syukur dan keterhubungan dengan alam, dalam tradisi seperti nujuh jerami, penggunaan lesung dan alu tidak hanya bersifat praktis, tapi juga ritual simbolik untuk mengungkapkan syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang diterima.
"Kami masih memakai lesung dan alu saat melakukan prosesi adar nujuh jerami di kampung kami. Dan, Itu bukan hanya tentang menumbuk padi, tapi menghidupkan semangat kebersamaan," ujar Mang Didil saat bergabung melalui sambungan telepon salam acara serumpun sebalai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....