Ponsel Dilarang, Kecuali Ada Izin Guru Untuk Pembelajaran

  • 19 Jun 2025 20:59 WIB
  •  Bintuhan

KBRN, Bintuhan : Penggunaan telepon seluler di lingkungan sekolah kembali menjadi sorotan. Perdebatan mengenai boleh atau tidaknya siswa membawa dan menggunakan perangkat ini di sekolah terus bergulir.

Di era digital ini, ponsel tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga telah berkembang menjadi perangkat multifungsi dengan beragam fitur yang dapat mendukung proses pembelajaran.

Kepala Sekolah SMP Negeri 36 PKLK, Kabupaten Kaur, Yunidar Mahayati (38) mengatakan sesuai arahan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kaur, bahwa sudah ada larangan terkait penggunaan dan membawa handphone di sekolah.

" Kami sangat setuju, anak-anak dilarang membawa ponsel ke sekolah. Kecuali, ada izin dari guru-guru untuk pembelajaran tertentu, dengan memerlukan ponsel, itu akan diizinkan," tegas Yunidar saat diwawancarai di ruang Kepala Sekolah SMP Negeri 36 PK-LK, pada Kamis (19/06/2025) pagi WIB.

Ia mengungkapkan, ada sekolah yang melarang total penggunaan ponsel selama jam pelajaran, mengharuskan siswa menitipkan ponsel mereka di loker atau di ruang guru. Namun, ada pula sekolah yang memperbolehkan penggunaan ponsel dengan pembatasan ketat, misalnya hanya untuk keperluan edukasi dan di bawah pengawasan guru.

Dijelaskan oleh Yunidar, SMP Negeri 36 PK-LK, mengadopsi pendekatan adaptif, di mana ponsel boleh digunakan untuk mendukung pembelajaran tertentu, seperti riset kelompok atau penggunaan aplikasi edukasi, namun tidak untuk keperluan pribadi.

" SMP Negeri 36 PK-LK memiliki 75 siswa yang terbagi dalam 3 kelas," jelas Yunidar.

Yunidar menjelaskan, penting bagi sekolah dan orang tua untuk bekerja sama dalam mendidik siswa tentang etika penggunaan ponsel yang bertanggung jawab, serta menyeimbangkan antara manfaat teknologi dan kebutuhan akan fokus belajar serta interaksi sosial

Dirinya berharap, ke depan SMP Negeri 36 PKLK dapat menciptakan lingkungan belajar yang adaptif terhadap kemajuan teknologi, namun tetap memastikan bahwa teknologi tersebut mendukung, bukan menghambat perkembangan holistik siswa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....