Ratusan Calon Warga PSHT Bengkulu Ikuti Pendadaran Terpusat
- 15 Jun 2025 09:56 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu : Sebanyak 460 calon warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pusat Madiun cabang Provinsi Bengkulu mengikuti Pendadaran Terpusat di Lapangan Kompi, Minggu (15/6). Acara ini dihadiri Anggota DPD RI Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., MSM, Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., M.Si dan tamu undangan lainnya.
Perwakilan PSHT Pusat di Bengkulu, Yasin Purwonanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari hampir seluruh cabang PSHT se-Provinsi Bengkulu. Namun, tiga cabang yakni dari Kabupaten Kaur, Mukomuko, dan Bengkulu Selatan tidak bisa bergabung secara langsung karena kendala jarak dan telah melaksanakan pendadaran di lokasi masing-masing.
Yasin menjelaskan bahwa PSHT telah berdiri di 10 kabupaten/kota di Bengkulu, dengan jumlah anggota mencapai lebih dari 17 ribu orang. Sejak 2022, proses pengesahan telah dilaksanakan mandiri di Bengkulu tanpa mendatangkan dewan pusat.
Selain itu dijelaskan jika PSHT juga rutin menggelar aksi sosial termasuk menyukseskan program pemerintah.
“Persaudaraan Setia Hati Terate selalu berkomitmen mendukung pemerintah dan aktif dalam kegiatan sosial seperti donor darah dan bersih pantai. Ini bentuk kontribusi nyata kami kepada masyarakat,” ujar Yasin.
Anggota DPD RI, Destita Khairilisani, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat para calon warga PSHT. Ia menegaskan bahwa pendadaran bukan sekadar ujian fisik, tetapi juga proses pembentukan mental dan karakter.
“PSHT tidak hanya mengajarkan bela diri, tapi juga membentuk manusia berbudi luhur yang menjunjung persaudaraan dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, yang merupakan warga PSHT sejak 1987, mengaku memiliki ikatan emosional kuat dengan organisasi ini.
“Latihan di PSHT membentuk fisik dan mental saya sejak remaja. Nilai-nilainya masih saya pegang sampai sekarang,” kata Kapolda.
Ia berpesan agar para calon warga menjadikan ilmu bela diri sebagai sarana menjaga, bukan menyerang. "Pendekar sejati adalah yang mampu mengalahkan dirinya sendiri," tegasnya.
Pendadaran berlangsung tertib dan khidmat ditutup dengan pertunjukan aksi silat PSHT dan foto bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....