Ekosistem di Aceh Terancam Akibat Eksploitasi SDA

  • 07 Jun 2025 23:48 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Maraknya bencana alam yang kini terjadi bukan lagi sekadar fenomena alam biasa, melainkan cermin dari krisis ekosistem yang kian memburuk. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh, Ahmad Shalihin menegaskan pembangunan dan investasi yang tidak memperhatikan daya dukung lingkungan justru menjadi ancaman serius bagi keselamatan rakyat dan keberlanjutan hidup.

“Kami menyampaikan bahwa pembangunan dan investasi itu penting, namun tidak boleh mengabaikan batas-batas ekosistem,” jelasnya dalam dialog Pagi bersama RRI Banda Aceh, Rabu (4/6/2025).

Shalihin menyampaikan bahwa intensitas bencana seperti banjir yang semakin sering dan meluas menjadi bukti nyata bahwa ekosistem tidak lagi mampu mengatur dirinya sendiri. “Dulu banjir terjadi tahunan, sekarang sudah menjadi kejadian rutin dengan dampak yang lebih besar,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh, Ahmad Shalihin (kiri bawah) dalam dialog Pagi RRI Banda Aceh, Rabu (4/6/2025). (Foto: RRI/Badral)

Ia juga menilai kondisi Aceh saat ini sudah memasuki fase kritis dan krisis. Berbagai wilayah di Aceh yang sebelumnya aman kini mengalami bencana ekologis dan konflik satwa liar, termasuk di daerah pedalaman dan pesisir. Menurutnya, hal ini menandakan bahwa eksploitasi sumber daya alam sudah melewati batas yang wajar.

Lebih lanjut, Shalihin mengajak seluruh pihak baik pemerintah, masyarakat, hingga sektor swasta untuk terlibat aktif dalam upaya pemulihan dan mitigasi. Ia mengingatkan bahwa sebagian besar lahan dikuasai oleh segelintir pihak, dan bila tidak dikelola dengan bijak, akan membahayakan jutaan jiwa.

“Lingkungan hidup harus menjadi pertimbangan utama dalam pembangunan. Kita ingin pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan, bukan hanya secara ekonomi, tapi juga secara ekologi dan sosial,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....