Atraksi Lawa Pipi di Hila Berjalan Lancar

  • 07 Jun 2025 14:27 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Ribuan warga Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), kembali menggelar tradisi Lawa Pipi, Sabtu (07/06/2025).

Meski disambut hujan gerimis, namun atraksi yang telah menjadi tradisi di negeri berjuluk Uli Halawang itu tetap berjalan aman dan lancar.

Lawa pipi adalah bahasa lokal setempat yang berarti Bawa Lari Kambing. Atraksi ini hanya dilakukan saat lebaran Idul Adha atau idul qurban.

Koordinator atraksi Lawa Pipi, Ust.Djamaludin Bugis mengatakan, tradisi Lawa Pipi merupakan miniatur dari pelaksanaan ibadah haji di kota suci Mekkah.

"Alhamdulilah meski tadi ada sedikit gerimis tapi pelaksanaannya berjalan lancar. Ini tradisi kami yang telah dirawat secara turun-temurun," kata Ust. Djamaludin

Dia menjelaskan, prosesi Lawa Pipi di Hila dimulai dengan kegiatan tahlilan oleh para tokoh agama dan adat yang berpusat di beranda rumah tua Ollong.

Setelah itu, hewan-hewan qurban yang akan disembelih dipikul oleh para pemuda sambil berlari-lari kecil mengelilingi kampung.

Hewan kambing yang paling sehat dan besar disebut "temal" dan berposisi paling depan diikuti lainnya.

Saat mengelilingi kampung, warga melantunkan takbir dan tahmid mengagungkan asma Allah dan memuliakan keesaan-Nya secara berulang.

"Jadi proses mengelilingi kampung itu ibarat Sa'i. Dilanjutkan dengan mengitari Masjid Jami Uli Halawang Hila sebanyak tujuh kali putaran persis Thawaf," jelasnya

Hingga pada putaran terakhir, Imam bersama penghulu Masjid kemudian menyembelih "kambing temal" pada tempat yang sudah disediakan tepat di belakang masjid.

Ketika kambing temal disembelih, warga akan melempar uang logam maupun kertas ke arah kambing tersebut dengan niat untuk kebaikan serta menolak bala. Proses inilah yang diibaratkan dengan lempar Jumrah

Sementara uang yang dilempar, akan dikumpulkan untuk membeli rempah-rempah serta kebutuhan memasak huwan qurban yang akan dibagikan ke warga kurang mampu.

"Makanya kita sebut miniatur daripada pelaksanaan ibadah haji di Makkah. Sebab hampir semua kegiatan haji ada di tradisi ini, misalnya Sa'i, Whukuf, Thawaf, Jumrah kecuali Miqat," tukasnya

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....