Jumlah Panen Kelapa Turun, Petani Butuh Bibit Unggul
- 20 Mei 2025 11:15 WIB
- Gunung Sitoli
KBRN, Nias Selatan: Meski Kabupaten Nias Selatan termasuk sebagai daerah penghasil kelapa, nyatanya harga kelapa di pasaran terus merangkak naik antara 8 ribu hingga 12 ribu Rupiah per butir. Walau ini cukup memberatkan bagi para pembeli, namun hal ini tentunya disambut baik oleh petani kelapa yang ada di Kabupaten Nias Selatan karena dinilai membantu meningkatkan perekonomian.
Sayangnya kondisi ini berbanding terbalik dengan hasil panen kelapa yang dirasakan semakin menurun setiap tahun karena semakin berkurangnya lahan untuk tumbuh dan penurunan tingkat kesuburan tanah. Kondisi geografis pulau Nias yang sangat cocok untuk pohon kelapa menyebabkan petani kelapa hanya mengandalkan hasil panen dari pohon yang sudah ada sehingga saat ini usianya tua dan tidak produktif.
“Kalau dulu satu pohon bisa sampai 60 ke 80 buah, sekarang hanya bisa dapat 15 ke 20 buah per pohon. Mungkin karena tanahnya sudah kurang subur dan pohonnya sudah tua,” ungkap salah seorang petani kelapa dari desa Hilinamozaua kecamatan Onolalu, Kabupaten Nias Selatan, Ama Tiwa, Selasa (20/5/2025).
Untuk mengatasi hal ini, menurut Ama Tiwa, dibutuhkan bibit unggul agar dapat menggantikan tanaman yang sudah tua. Para petani setempat sudah mencoba melakukan pembibitan kelapa menggunakan hasil dari tanaman sebelumnya namun gagal karena selalu diserang hama penyakit sehingga tidak tumbuh dan akhirnya mati.
Hal ini tentunya membuat para petani kelapa kesulitan untuk membudidayakan pohon kelapa sehingga hanya bisa terus mengandalkan pohon yang sudah ada. Jika kondisi ini dibiarkan, petani khawatir penurunan hasil panen kelapa di daerah ini akan terus berlanjut.
“Semoga ada perhatian dari pemerintah untuk memberikan bantuan bibit unggul sekaligus juga ada pendampingan dari penyuluh pertanian tentang cara budidaya kelapa yang baik dan benar agar tanaman kelapa kami berhasil,” harap Ama Tiwa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....