Hari Museum Internasional, Balanga Jadi Simbol Pelestarian Budaya Dayak

  • 18 Mei 2025 20:43 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN,Palangka Raya :Hari Museum Internasional menjadi momentum penting untuk mengapresiasi peran museum sebagai pusat pelestarian sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan. Peringatan ini pertama kali dicanangkan oleh International Council of Museums (ICOM) pada tahun 1977 dan terus diperingati hingga kini.

Di Kota Palangka Raya, Museum Balanga menjadi contoh nyata peran museum daerah dalam menjaga serta merawat kekayaan budaya lokal. Museum ini menyimpan beragam koleksi budaya suku Dayak, mulai dari pakaian adat, alat musik tradisional, hingga berbagai benda bersejarah lainnya.

Salah satu pengunjung, Alina, menyampaikan bahwa museum tidak hanya menjadi tempat berkunjung, tetapi juga sarana pembelajaran untuk menambah wawasan tentang budaya.

“Karena di sini selain kita berkunjung dan melihat-lihat, kita bisa belajar juga untuk menambah pengetahuan tentang budaya zaman dulu. Anak muda zaman sekarang agak kurang pengetahuannya tentang budaya masa lalu, jadi penting untuk berkunjung ke museum,” ujarnya, Minggu (18/5/2025).

Alina juga menambahkan pentingnya museum sebagai wadah pengenalan benda-benda sejarah Kalimantan Tengah. “Menurut saya sangat penting, karena tanpa museum kita tidak akan tahu bagaimana peninggalan zaman dahulu. Misalnya, alat-alat pertanian dulu tentu berbeda dengan sekarang. Saya berharap museum ini terus berkembang dan anak-anak muda lebih sering berkunjung agar pengetahuan tentang budaya tidak hilang,” ucapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, berharap agar pelayanan museum ditingkatkan dan dibuka pada akhir pekan guna menarik lebih banyak pengunjung, baik dari lokal maupun luar daerah. “Saya harap pelayanan di museum bisa terus ditingkatkan, dibuka pada saat weekend sehingga bisa menarik wisatawan lokal maupun luar setiap waktu,” katanya.

Peringatan Hari Museum Internasional ini menjadi momen untuk memperkenalkan kembali Museum Balanga sebagai ikon penting pelestarian budaya Dayak serta sejarah masyarakat Kalimantan Tengah. Museum ini menjadi pengingat bahwa di tengah laju modernisasi, akar budaya harus tetap dijaga agar tidak tercabut oleh zaman.(Saputri Nakalelu).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....