Tonny Junus Terpilih Jadi Ketua LPTQ Kabupaten Gorontalo

  • 15 Mei 2025 17:18 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo: Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, resmi mengemban amanah sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Gorontalo periode 2025–2027. Penunjukan ini berlangsung dalam suasana penuh khidmat melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) LPTQ yang digelar di ruang Dulohupa, Kantor Bupati Gorontalo, Kamis (15/5/2025).

Dalam forum Rakerda tersebut, Tonny S. Junus terpilih secara aklamasi oleh seluruh peserta yang hadir. Keputusan ini mencerminkan kepercayaan penuh dari jajaran pengurus dan tokoh-tokoh agama terhadap kapasitas kepemimpinan Tonny dalam memajukan peran LPTQ di Kabupaten Gorontalo. Tonny menyampaikan rasa syukur dan kesiapannya mengemban tugas baru di bidang pembinaan keagamaan.

Ia juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya akan segera menyusun kepengurusan baru LPTQ Kabupaten Gorontalo. Dalam dua hari ke depan, struktur organisasi yang akan mendampingi kepemimpinannya selama dua tahun ke depan ditargetkan terbentuk.

“Secara garis memang saya belum pernah membaca program-program yang mereka laksanakan, tapi dalam waktu dua hari ini kebetulan ada lomba di gedung Kasmat Lahay, di sela-sela itu kita akan menyusun pengurus dan kita akan memprioritaskan program yang menjadi kebutuhan khususnya dalam rangka tilawatil qur’an yang akan dilaksanakandi tingkat Provinsi nanti,” ujarnya.

Tonny menegaskan, LPTQ bukan hanya sebagai lembaga pelaksana MTQ semata, tetapi memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat. Oleh karena itu, sinergi dengan pondok pesantren, majelis taklim, dan lembaga pendidikan Islam akan diperkuat selama masa kepemimpinannya.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo, menurut Tonny, juga sangat mendukung keberadaan dan kegiatan LPTQ karena sejalan dengan visi daerah dalam membentuk masyarakat religius, berkarakter, dan berbudaya. Ia berharap, LPTQ dapat menjadi motor penggerak dalam mencetak generasi Qur’ani yang mampu bersaing, baik di tingkat regional maupun nasional.

“Ada beberapa keluhan kemarin yang itu disampaikan ke saya, salah satunya terkait keterbatasan anggaran. Inshaallah ini kedepan paling tidak ada sentuhan dari pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan pengembangan hafizah, hafiz, di Kabupaten Gorontalo,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....