Pekerja Warung Remang-remang di Ponorogo Ditracing

  • 08 Mei 2025 15:28 WIB
  •  Madiun

KBRN, Ponorogo: Petugas Satpol PP Ponorogo bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan tracing atau pelacakan untuk mengantisipasi meluasnya kasus HIV, Kamis (8/5/2025). Bentuk pelacakannya ialah dengan menggelar skrining (pemeriksaan) HIV.

Kepala Satpol PP dan Damkar Ponorogo, Eko Edi Suprapto mengatakan, tracing dilakukan di empat titik lokasi warung remang-remang. Yakni di warung Janti, warung Sukosari, warung Danyang dan warung Serangan di Kecamatan Sukorejo.

Hasil skrining itu, petugas mendapati ada tujuh pekerja warung yang terindikasi positif HIV. Ke tujuh pekerja warung itu tersebar di tiga titik lokasi, sedangkan di warung Serangan, nihil temuan.

"Intinya kita melakukan deteksi atau tracing terkait persebaran penyakit masyarakat. Ditemukan di Janti itu hari ini ada dua orang (terindikasi HIV.red), pas di cek April lalu itu ada tiga orang, jadi total lima orang," ujarnya.

"Lalu di Sukosari Tular itu dari empat yang di tracing ada dua yang sakit. Di Danyang dari 10 orang, ada tiga yang sakit, dan yang di Serangan dari 10 orang yang diperiksa nihil temuan kasus," sebutnya.

Menindaklanjuti temuan kasus HIV di warung Janti, Satpol PP bersama stakeholder terkait termasuk petugas Dinkes, tokoh masyarakat, MUI, Muspika dan perangkat desa Ngrupit merapatkan barisan. Mereka bersepakat untuk menutup aktivitas di warung Pasar Janti.

Kebijakan serupa juga diberlakukan di Sukosari dan Danyang. Para pekerja dan pemilik warung diberikan waktu sampai Minggu untuk berkemas, sebelum ada eksekusi penutupan berupa penempelan stiker oleh petugas Satpol PP.

"Kita beri waktu untuk prepare, Senin nanti kita bergerak untuk melakukan eksekusi penutupan," tambahnya.

Penutupan itu pun dilakukan karena keberadaan tempat porstitusi berkedok warung kopi dinilai menyalahi peraturan daerah (Perda) Kabupaten Ponorogo No. 5/2011. Karena itu, pihaknya bergerak cepat agar penularan kasus HIV bisa diminimalisasi.

Sementara itu untuk warung di Serangan, kata Eko, pihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan perangkat desa dan Muspika setempat. Meski nihil temuan, namun warung tersebut lokasinya berada di dekat balai desa.

"Itu sebenarnya warung saja nggak ada kamarnya. Cuma penjualnya atau penunggu warungnya itu masih muda-muda, jadi ke depan mungkin ada pembinaan dan kami akan koordinasikan dengan muspika dan perangkat desa untuk menyikapi itu," ungkapnya.

Adapun yang terdeteksi terpapar HIV itu bukan hanya warga Ponorogo, namun juga dari luar kota. Para pekerja warung remang-remang pun rata-rata berasal dari luar Bumi Reog.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....