KBRN, Bogor : Seks Komersil kerap kali akrab dengan Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.
Seolah tak bisa dilepaskan, Seks Komersil di Kawasan Puncak kini menjadi sesuatu hal yang tak asing di kalangan masyarakat. Bahkan disebut-sebut, Gang Semen yang telah menjadi legenda di kalangan masyarakat tetap menjanjikan suatu kenikmatan bagi para pria hidung belang.
Tak sampai disitu, kini para Pekerja Seks Komersil (PSK) di Kawasan Puncak menjajakan dirinya lewat aplikasi online Michat.
Seolah tidak takut dengan sesuatu yang tidak diinginkan, PSK semakin lihai untuk menjual dirinya lewat aplikasi.Lalu, apakah bahaya yang akan ditimbulkan dari aktifitas PSK yang semakin masif di Kawasan Puncak?
Apakah dengan kegiatan PSK di Kawasan Puncak ini bisa menjadi penyumbang terbesar bahaya penyakit yang ditimbulkan oleh seks bebas?
Menjawab hal itu, Lembaga Kajian Strategis Indonesia (Lekas) Bogor menyebutkan, bahaya yang ditimbulkan oleh seks bebas ini belum bisa dirincikan sebagai penyumbang terbesar dari penyakit yang ditimbulkan oleh seks bebas itu sendiri.
Lembaga yang fokus terhadap penanggulangan dan penyebaran HIV/AIDS ini menyebutkan, bahwa penyebaran HIV/AIDS bukan melulu berasal dari aktifitas seks bebas.
"Tidak juga. Belum tentu menakutkan. Artinya kan sekarang angka kasus HIV itu bukan penularannya melalui pekerja seks. Atau yang ketular itu pekerja seks. Bukan. Sekarang kan angka kasusnya sudah menyebar semua kalangan," kata Ketua Lekas, Muksin Zainal Abidin , Sabtu (9/7/2022).
Menurut Muksin, kemungkinan penyebaran HIV/AIDS kini bisa menyebar dari komunitas apapun.
Bahkan, tambah Muksin, penyebaran HIV/AIDS kini merata dan bisa terjadi pada setiap masyarakat.
"Baik anak, dewasa, orang tua, baik populasi komunitas, populasi kunci kan gitu ataupun masyarakat umum. Anak bayi, ortu, sekarant tuh angka kasus sudah diberbagai komunitas. Baik komunitas populasi kunci maupun populasi umum," jelas Muksin.
Muklis pun tidak menampik, bahwasanya sesuai data yang dimilikinya, angka kasus tertinggi penularannya melalui hubungan transmisi seksual atau hubungan seks bebas.
Namun, dirinya pun menegaskan, angka itu tidak serta merta karena ditimbulkan oleh banyaknya PSK.
"Memang, angka kasus tertinggi itu sekarang penularannya melalui hubungan transmisi seksusal atau hubungan seks bebas.Karena angka kasus melalui pengguna jarum suntik itu narkoba sudah menurun angka kasusnya. Cuman tidak serta merta angka kasus tinggi adalah karena banyaknya PSK tidak juga," ungkap Muksin.
Oleh sebab itu, Muksin menyarankan, untuk mencegah bahaya yang ditimbulkan dari aktifitas PSK yang ada di Puncak.
Dirinya menyebutkan, bahwa hal ini harus ditangani secara bersama dalam hal sosialisasi bersama.
"Artinya ini PR semua sosialisasi supaya digencarkan. Jadi, masyarakat paham penularan HIV. Terus, menurut saya percuma juga dilakukan tindakan refresif. Harus dilakukan dengan cara persuasif khusunya kepada PSK," tambahnya.
Muklis pun turut membeberkan peta PSK berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan oleh Lekas.
Dimana, PSK saat ini menyebar dan tidak mempunyai tempat terpusat baik di Kabupaten maupun Kota Bogor.
"Mankanya susah dideteksi karena via online terus Dan tidak semua di Puncak tapi menyebar. Jadi nih kalau perwilayah puncak, grup ciawi ke puncak, ke Cileungsi Jonggol, kemang parung sampai pamijahan menyebar ada. Tidak ada hotspot. Rata rata via michat rata rata begitu," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....