LAMR Dalami Wacana Riau Jadi Daerah Istimewa
- 05 Mei 2025 11:27 WIB
- Pekanbaru
KBRN Pekanbaru: Wacana menjadikan Provinsi Riau sebagai daerah istimewa kembali mengemuka dan kini tengah digodok serius oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR). Sejumlah pihak dari kalangan pemerintahan, pakar, hingga tokoh masyarakat mulai diajak berdialog untuk membedah peluang serta dasar hukum dari usulan strategis ini.
Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri H. R. Marjohan Yusuf, bersama Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, menyatakan bahwa pihaknya telah menghubungi Gubernur Riau, Ketua DPRD Riau, serta unsur terkait lainnya dalam upaya merumuskan langkah konkret ke depan.
“Dalam waktu dekat, LAMR akan mengadakan pertemuan resmi dengan berbagai elemen masyarakat untuk mendengar aspirasi serta menyamakan pemahaman,” ujar Datuk Seri Marjohan, Ahad (4/5/2025).
Isu ini menguat setelah pernyataan Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, yang menyebut Riau sebagai salah satu dari enam provinsi yang diusulkan menjadi daerah istimewa. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga menegaskan kembali hal tersebut saat diwawancarai media akhir pekan lalu.
Menurut Datuk Seri Taufik, pembicaraan mengenai status keistimewaan ini bukanlah upaya pragmatis, melainkan bagian dari perjalanan panjang Riau untuk mendapatkan pengakuan yang sesuai dengan sejarah, kontribusi, dan identitas budayanya.
“Ketua DPRD Riau, Tuan Kaderismanto, justru mendorong agar LAMR menjadi garda terdepan dalam menyuarakan hal ini, apapun hasilnya nanti,” ungkapnya.
Secara historis, Riau dinilai memenuhi sejumlah syarat utama untuk ditetapkan sebagai daerah istimewa. Salah satunya adalah keberadaan kerajaan-kerajaan Melayu yang eksis dan menyatakan bergabung ke Republik Indonesia saat kemerdekaan, termasuk kontribusi nyata dari tokoh seperti Sultan Syarif Kasim II.
Lebih dari itu, Datuk Seri Taufik menyoroti posisi strategis Riau dalam sejarah Nusantara. Dari peran penting Sriwijaya yang menyebarkan bahasa Melayu, hingga ladang minyak Minas yang menghasilkan minyak berkualitas tinggi sejak awal kemerdekaan, Riau telah banyak menyumbang terhadap pembangunan nasional.
“Status ini bukan sekadar simbol, tapi pengakuan terhadap peran dan keunikan Riau dalam perjalanan bangsa. Karena itu, LAMR menegaskan pentingnya pendalaman dan kajian mendalam sebelum melangkah lebih jauh,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....