Makna Filosofis Hanacaraka dalam Budaya Jawa

  • 23 Apr 2025 21:14 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Sungailiat : Huruf Hanacaraka, aksara tradisional Jawa yang dikenal juga sebagai aksara Jawa, bukan hanya sekadar sistem tulisan, tetapi juga sarat akan nilai filosofi yang dalam.

Dalam acara campursari yang disiarkan oleh PRO4 RRI Sungailiat, Mbak Tri selaku pengisi acara menyampaikan bahwa Hanacaraka menggambarkan kisah kehidupan, perjuangan, hingga keseimbangan antara kebaikan dan keburukan.

“Hanacaraka mengandung cerita tentang dua ksatria sakti yang berperang sampai mati karena salah paham. Ini mengajarkan kita bahwa pertikaian sesama saudara bisa menghancurkan jika tidak dilandasi pemahaman dan kasih sayang,” ujar Mbak Tri.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa susunan suku kata dalam Hanacaraka (hana caraka; data sawala; padha jayanya; maga bathanga) memiliki makna filosofis mendalam. Kalimat tersebut secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai:

“Ada utusan; mereka berselisih; sama kuatnya; mereka menjadi mayat.” Bagi masyarakat Jawa, ini bukan hanya legenda, tetapi juga peringatan akan pentingnya komunikasi dan niat baik dalam kehidupan.

Sementara itu, Pak Slamet, salah satu pendengar setia dari Kampung Jawa, Sungailiat, mengungkapkan bahwa aksara Hanacaraka seharusnya tetap diajarkan kepada generasi muda.

“Saya lihat sekarang banyak anak-anak yang tidak tahu lagi bentuk dan bunyi Hanacaraka. Padahal itu bagian dari jati diri kita sebagai orang Jawa,” ujarnya.

Ia berharap ada lebih banyak program seperti campursari yang bisa mengenalkan kembali budaya Jawa secara menyenangkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....