Tradisi Malam Tujuh Likur dalam Budaya Melayu
- 31 Mar 2025 23:05 WIB
- Bintuhan
KBRN, Bintuhan : Masyarakat Melayu memiliki berbagai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, salah satunya adalah Malam Tujuh Likur.
Malam Tujuh Likur diyakini memiliki nilai spiritual yang tinggi karena sering dikaitkan dengan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan dalam ajaran Islam. Tradisi ini bukan hanya sekadar penerangan fisik, tetapi juga melambangkan penerangan hati dan spiritual bagi umat Muslim yang menjalankannya.
Tradisi ini erat kaitannya dengan perayaan bulan Ramadan, di mana pada malam ke-27, masyarakat menyalakan lampu minyak atau membakar tempurung batok kelapa yang disusun memanjang keatas di sekitar rumah, masjid, dan jalanan.
Selain itu, Malam Tujuh Likur juga menjadi ajang mempererat silaturahmi, memperkuat nilai kebersamaan, serta menghidupkan suasana Ramadan dengan kemeriahan khas Melayu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....