Warga Antusias Sambut Festival Kuliner di Kampung Pecinan Madiun

  • 20 Jan 2023 14:17 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Perayaan Imlek 2574 Kongzili di Kota Madiun tahun ini lebih semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Apalagi keturunan etnis Tionghoa yang ada di Kota Madiun, difasilitasi pemerintah kota dengan dibukanya gelaran festival kuliner di Kampung Pecinan, Jalan Barito. Festival tersebut berlangsung selama sepekan, sejak 19 Januari 2023.

Puluhan stand lapak berjajar rapi di sepanjang Jalan Barito. Nuansa serba merah, dihiasi pernak-pernik Imlek ditambah pemasangan ratusan lampion di udara, menambah suasana di Kampung Pecinan, benar-benar berwarna ketika malam hari.

Jalan Barito atau yang dulu disebut gang Tengah, merupakan merupakan pusat perdagangan orang-orang Cina. Di jalan Barito pula, juga merupakan pusat diproduksinya beranekaragam roti hingga saat ini.

Salah satu pelapak yang juga keturunan warga Tionghoa di Madiun, Budi Kurniawan tak ingin melewatkan momen tersebut untuk berjualan. Ia bersama istri menjajakan Kwecang dan Bacang. Budi menilai antusias warga Madiun dan luar kota di event tersebut cukup tinggi. Kondisi ini berbeda dibanding gelaran festival kuliner sebelum pandemi lalu yang cenderung sepi.

“Dulu pernah ada, tapi karena covid-19 selama dua tahun tidak festival kuliner dan tahun ini baru di adakan lagi. Ini untuk meramaikan imlek, ada macam-macam makanan disini. Ada kwecang, sate babi, sio bak. Ya harapannya ya terus berlanjut lagi, biar disini ramai lagi,” ujarnya, Jum'at (20/1/2023).

Tak hanya Budi Kurniawan, pelapak lainnya, Nanik Sugiarti pun juga menyatakan hal yang sama. Ia ingin festival tersebut berkelanjutan sehingga dapat menghidupkan kembali geliat ekonomi di gang tengah atau kawasan Kampung Pecinan.

“Karena kebanyakan 95 persen penduduk disini (Jalan Barito.red) itu keturunan Tionghoa jadinya dinamakan Kampung Pecinan. Harapannya kedepan diadakan terus biar Madiun semakin ramai,” kata dia.

Bukan hanya ramai penjual, melainkan juga ramai pembeli. Pendatang tidak hanya berasal dari dalam kota, melainkan juga dari daerah tetangga yang juga mengapresiasi adanya festival kuliner tersebut. Hal itu seperti dikatakan Sriyati kepada RRI.

“Ya senang sih, bisa lebih ramai, guyub rukun. Intinya senang lah wong dulu kan juga pernah ada festival seperti ini, sebelum pandemi covid-19,” tuturnya.

Walikota Madiun, Maidi dan jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) pun tidak luput mencicipi aneka kuliner yang disajikan puluhan pelapak keturunan Tionghoa. Maidi mengaku sengaja menggelar event tersebut untuk menarik wisatawan berkunjung ke Kota Madiun sehingga dapat mendongkrak ekonomi pelaku usaha. Selain itu juga ingin mengenalkan ke masyarakar sejarah Kampung Pecinan yang ada di Kota Madiun.

“Untuk Imlek mereka kita wadahi sehingga di Kampung Pecinan ini untuk produk kuliner, jajanan di Kota Madiun, sehingga kita buka satu minggu. Silahkan warga Madiun datang kesini. Apalagi disini itu kan terkenal tempat produksi pembuatan roti, la ini kita kenalkan ke masyarakat,” jelasnya.

Orang nomor satu di Kota Madiun ini menegaskan, festival kuliner di Kampung Pecinan akan menjadi event tahunan. Bahkan pemkot akan memperbaiki sarana prasarana di sepanjang Jalan Barito sehingga di lokasi itu kedepan akan menjadi ikon kuliner tersendiri di Kota Madiun.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....