Terlibat Proyek PIK 2, Ini Kata Nono Sampono
- 23 Mar 2025 19:10 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon: Letjen Mar (Purn) Nono Sampono merupakan satu dari sejumlah mantan Jenderal TNI yang ikut terseret dalam polemik proyek Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 di Tangerang, Banten.
Proyek ini dikerjakan oleh Agung Sedayu Group (ASG). Pada perusahaan milik Sugianto Kusuma atau Aguan itu, Nono Sampono menjabat posisi Presiden Direktur.
Saat berbincang-bincang bersama awak media di Ambon, Sabtu (23/03/2025) kemarin, Nono Sampono menyampaikan bahwa PIK 2 adalah proyek yang menjanjikan, tidak hanya bagi pengembangan wilayah Jakarta tapi juga bagi Indonesia secara keseluruhan.
"Proyek ini sangat strategis dan dapat menjadi pusat ekonomi baru di Indonesia. Kita nanti tidak lagi ke Singapura, Hongkong atau negara lainnya, karena semua hiburan, pusat bisnis, belanja, dibangun di PIK 2," kata Presiden Direktur ASG, Nono Sampono
Kendati begitu, saat ini proyek lanjutan Jakarta Waterfront City itu tengah menjadi polemik dan bahkan sudah dilaporkan ke pihak berwajib.
Sejumlah pihak yang terlibat termasuk pihak Kementerian ATR/BPN, Camat, Lurah, Kepala Desa, pemerintah setempat dan pihak manajemen PIK 2 pun telah dipanggil pihak berwajib dan Komnas HAM untuk dimintai keterangan.
"Saya juga sudah dipanggil untuk dimintai keterangan. Prinsipnya polemik ini telah ditangani secara hukum dan kami percayakan aparat dalam menanganinya," ucap Nono
Nono mengaku, tidak mungkin rasanya jika proyek sebesar ini tanpa ada masalah di tengah jalan.
"Masalah pasti ada, tapi bukan berarti dari awal salah, tidak. Yah kita serahkan saja kepada pihak berwajib agar bisa dibuka secara terang," ucap anggota DPD RI itu
Yang pasti, lanjutnya, keberadaan PIK 2 akan sangat menguntungkan bagi Indonesia. PIK 2 akan hadir dengan wajah baru yang dapat membuat Indonesia bersaing dengan negara maju lainnya.
"PIK 2 telah mambantu negara dari sisi perpajakan sebesar Rp50 triliun juga menyerap sebanyak 163 ribu pekerja. Jika proyeknya dihentikan, maka ratusan ribu orang ini akan kehilangan pekerjaan. Kita berharap pemerintah tidak segegabah itu," tukasnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....