Kayu Bakar, Sumber Energi Tradisional yang Masih Bertahan

  • 23 Feb 2025 13:09 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Di jalan Basuki Rahmat kecamatan Selebar Baru kota Bengkulu terdapat sentra penjualan kayu bakar yang masih bertahan. Dengan pesatnya kemajuan teknologi dan energi yang lebih ramah lingkungan, pedagang kayu bakar masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sebagian masyarakat.

Salah seorang pedagang kayu bakar bernama Nen mengatakan, sejak 30 tahun yang lalu sudah mulai berdagang. Kayu bakar yang diambil dari daerah Bengkulu Selatan merupakan kayu yang diambil dari pohon karet saja.

"Biasanya yang beli itu kalau orang hajatan, pramuka atau usaha air masak. Kayunya kayu Karet, ada kayu yang bagus cuman idak di jual, ini khusus kayu karet". ujar Nen (23/2/2025)

Meskipun zaman sekarang serba mudah, kayu bakar masih banyak digunakan dan diperlukan, seperti rumah makan, pembuat tempe dan lain-lain. "Mayoritas itu pembuat tempe, karena kan mau merebus kedelai itu lama," ujar Nen.

Kayu-kayu yang di jual perikatnya dengan harga Rp2.500-Rp5.000, merupakan hasil dari hutan yang ada daerah sekitaran Bengkulu Selatan. Jika musim hujan biasanya harganya sedikit lebih mahal.

Keberadaan pedagang kayu bakar memang semakin tergantikan dengan energi yang lebih efesien. Namun Nen masih tetap mempertahankan eksistensinya dan menyesuaikan dengan kebutuhan pasar yang terus berubah. (Yoga)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....