Sadranan, Harga Bunga Tabur di Solo Naik Dua Kali Lipat
- 21 Feb 2025 14:51 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Puluhan pedagang bunga tabur asal Kabupaten Boyolali dan Wonogiri berjejer menggelar dagangannya di sepanjang Jalan Honggowongso, Pasar Kembang Solo. Pasalnya saat ini sudah masuk ruwah atau sadranan, dimana masyarakat mulai berburu bunga tabur berupa mawar, melati dan kenanga juga sedap malam.
Masyarakat Jawa sendiri mengenal tradisi sadranan yang biasanya di lakukan saat Sya’ban, yakni bulan sebelum Ramadhan, ritual tahunan itu di wujudkan dengan ziarah dan membersihkan makam leluhur, memanjatkan doa dan tabur bunga.
Hal inilah menjadi berkah bagi sejumlah pedagang bunga tabur yang merupakan pedagang musiman, pada tradisi sadranan atau ruwah atau menjelang puasa menjadikan harga bunga tabur di Pasar Kembang Solo naik 3 kali lipat.
Salah satu pedagang bunga tabur, Joko Sukirno asal Drajitan, Musuk, Boyolali mengaku kini harga bunga menembus Rp300.000 per ikat atau lebih dari 3 kg.
Diperkirakan, harga bunga akan terus melambung pada minggu ini karena permintaan masyarakat mulai tinggi bahkan panenan bunga mawar mulai menipis.
“Dalam sekali membeli paling tidak saat ini satu ikat pada hari biasa 150.000 dan akan kini menjadi Rp 300.000 yang berisi lebih dari 3 kg .dan akan terus naik pekan ini diprediksikan akan menembus 750.000 ,” ujar Joko kepada rri.co.id Jum'at (21/2/2025)
Dikatakan Joko, selain menjual bunga mawar warna merah dan putih dia juga menyediakan bunga mawar warna pink dengan harga lebih mahal Rp Rp 125 dari hari biasa yang hanya Rp 75.000 hanya 1 kranjang kecil.
Sedangkan untuk jenis mawar merah dan putih satu keranjang seharga Rp 50.000 dari semula Rp 15.000, untuk bunga melati 0,5 kg seharga Rp 200.000 semula semula Rp 75.000 dan kenanga Rp 75.000 sebelumnya Rp 30.000.
Pembeli bunga, Eka dari Sukoharjo mengaku setiap ruwah awal atau penanggalan jawa tanggal 15 ruwah selalu belanja bunga tabur jenis mawar putih, pink serta merah.
Hal ini untuk ziarah ke makam leluhur dan setiap membeli bunga bisa menghabiskan uang Rp 200 .000- 300.000 untuk tabur bunga dua makam.
“ Saya setiap bulan ruwah yakni tanggal jawa 15 ruwah selalu membeli bunga yang warna pink terutama karena harum wangi itu wasiat dari kakeknya, kami selalu menghabiskan uang Rp 200.000 – Rp 300 .000,” ujar Eka.
Sementara pedagang bunga di Pasar kembang Harsini dari Selo, Boyolali mengaku berjualan bunga sejak 10 hari lalu yang biasanya hanya berjualan pada hari Minggu dan Kamis saja. Selama berjualan masa ruwah ini dalam sehari mempu menjual 6 ikat bunga mawar atau 18 kg. (Sifat)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....