Kenali Macan Dahan, Kucing Hutan Pemuncak Rantai Makanan di Kalimantan

  • 11 Jan 2023 15:25 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Keseimbangan ekosistem di hutan Kalimantan tengah terancam. Pasalnya, predator terbesar di sana, yakni macan dahan atau Neofelis diardi, mulai berkurang populasinya karena kehilangan habitat.

Aktivitas pertambangan, pembukaan kebun kelapa sawit, hingga perburuan liar menjadi penyebab hewan karnivora tersebut merangsek masuk ke wilayah pemukiman warga. Hingga akhirnya, nasib macan dahan berakhir di kandang peliharaan bahkan mati dikuliti untuk diambil daging, tulang dan taringnya.

Biasanya macan dahan memangsa hewan yang memiliki ukuran lebih kecil seperti bekantan, reptil, dan burung. Dalam berita di laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Agustus 2021 lalu, kucing liar tersebut pernah memangsa ternak warga Desa Banyu Barau, Kandangan, Kab. Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Macan dahan merupakan hewan nokturnal yang aktif berburu di malam hari. Kebiasan mereka unik. Sebagai spesies middle cat atau kucing berukuran sedang, mereka banyak menghabiskan waktu di atas pohon dan mampu bergerak dengan lincah di antara pepohonan. Seperti temuan warga Banyu Barau tersebut yang melihatnya pertama kali di atas pohon rambutan.

Meski dari segi pola bulu mirip dengann macan tutul/kumbang, macan dahan dapat dibedakan dengan kaki yang pendek, telapak kaki yang besar, serta ekor panjang bergaris yang berbintik hitam. Pemuncak rantai makanan (top predator) terbesar hutan Kalimantan ini berstatus rentan (vulnerable) dalam red list IUCN (Uni Internasional untuk Konservasi Alam) dan termasuk satwa Appendiks I dalam CITES (Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Satwa dan Tumbuhan Liar Terancam Punah) yang berarti tidak boleh diperdagangkan.

Sementara sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, macan dahan merupakan salah satu predator hutan di Kalimantan yang dilindungi. Meski demikian, hingga saat ini belum banyak publikasi mendalam mengenai spesies kucing liar tersebut, baik dari segi perilaku maupun persebaran dan kepadatan populasi.

Laporan terakhir penangkapan liar macan dahan tercatat pada 2 Juni 2022 lalu di Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Satwa itu mati tergeletak di hutan dalam keadaan terjerat perangkap, lalu dibawa untuk konsumsi dagingnya oleh warga.

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran akan keberadaan macan dahan dan meningkatkan jumlah hewan ini, baik di penangkaran maupun di alam liar, Hari Macan Dahan Internasional diperingati pada tanggal 4 Agustus setiap tahun. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah juga terus melakukan sosialisasi dan pendekatan yang gencar agar masyarakat sadar dan mengerti bahwa ada sejumlah satwa yang tidak boleh diburu dan dikonsumsi sembarangan. (ris)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....