Warga Sragen Jatuh di Jembatan Jurug Ditemukan MD, Kades: Ada Masalah Keluarga
- 12 Feb 2025 13:24 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Survivor yang diduga menjatuhkan diri ke Sungai Bengawan Solo di Jembatan Jurug B akhirnya ditemukan. Warga Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Sragen itu itu ditemukan meninggal dunia (MD) berjarak sekitar 650 meter dari lokasi jatuh.
Informasi yang dihimpun korban ditemukan Rabu (12/2/2025) pagi. "Sudah ditemukan, (Survivor) jam 06.10 WIB, dan 06.28 WIB udah sampai di Pos PJT 1 Jurug untuk dilakukan visum dan pemandian jenazah. Ditemukan sudah meninggal dunia," kata kata Koordinator SAR PJT 1 Jurug Bayu, Rabu.
Bayu membeberkan, survivor bernama Dwi Yulianto warga Desa Singopadu itu jatuh dari jembatan Jurug pada Senin (10/2) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Malam itu juga dilakukan sisir sungai.
"Sebenarnya tidak ada tanda-tanda namun barang bukti ada di jembatan (Sepeda Motor Honda Beat dan sandal). akhirnya anggota kami menyisir," ucap dia.
Baca juga: Pria Diduga Loncat dari Jembatan Jurug Solo
Malam itu juga lanjut Bayu, pihak SAR PJT ditemui keluarga dari Sragen yang menyampaikan survivor ada permasalahan keluarga. Dari situ disimpulkan korban pasti sudah jatuh.
"Namun kita tidak bisa percaya begitu saja karena melibatkan potensi dari berbagai instansi karena kita harus ada bukti otentik. Selasa pagi kita buka operasi SAR kita meminta data CCTV dari proyek jembatan itu, ternyata ada salah seorang yang kecebur sehingga operasi kita lakukan," ujarnya.
Pertama kali yang melihat ada orang yang jatuh ke sungai warga yang melintas. Kemudian melapor ke POS SAR PJT. Karena pintu akses di Pos ke sungai sangat cepat dan standby 24 jam.
"Dari CCTV itu terpeleset. Jadi mungkin termenung karena ada masalah keluarga lalu jatuh ke sungai. Kemudian kita cocokan dengan data-data dari keluarga kaosnya apa (merah) berarti sama dengan yang ada di CCTV. Alhamdulillah pukul 06.10 sudah kita temukan," ujarnya.
Operasi pencarian sendiri berlangsung lebih dari 24 dengan radius Pos Jurug sampai Pos Ngelo sekitar 10 KM. "Tadi ditemukan jenazah 650 meter dari LKP. Di pinggir sungai."
Kemudian setelah dilakukan divisum dan pemandian, jenazah diantar ke keluarga dengan satu unit ambulan. Hasil Visum dari Polsek tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dengan penemuan survivor ini operasi SAR selesai.
Anggota Tim SAR gabungan mengikuti apel pembubaran operasi pencarian dan penyelamatan survivor di depan POS SAR PJT Jurug Solo Rabu (12/2) pagi. (Foto Relawan Solo)Terpisah Kepala Desa Singopadu, Sidoharjo, Sragen, Heru Tarwoco, membenarkan ada warga Singopadu yang meninggalkan motor di Jembatan Jurug, Solo, pada Senin malam. Dia mengatakan dari laporan tim SAR, warga tersebut diduga terjatuh ke Sungai Bengawan Solo.
Dia menerangkan motor yang ditinggalkan di Jembatan Jurug adalah Honda Beat berpelat nomor AD 4287 AGE beserta dua helm dewasa dan satu helm anak, serta sandal jepit berukuran 43.
“Dari keluarga di Solo sudah mengonfirmasi motor itu milik warga kami di Desa Singopadu. Kami mendapat laporan dari Bhabinkamtibmas yang mengecek ke keluarga di Singopadu juga membenarkan,” kata dia.
Dia menerangkan warga yang diduga terjatuh ke sungai itu memiliki ciri-ciri ada tompel di bagian rahang kiri dan tato gambar burung di bagian lengan kanan. Umurnya 32 tahun.
“Warga yang diduga korban laka air itu meninggalkan rumah pada pukul 21.00 WIB bersama istri menuju ke Solo atau ke rumah orang tua istri. Dari keterangan keluarga, semalam sempat ada masalah keluarga,” kata kades.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....