Ancaman Hama Uret Pada Tebu Perlu Diwaspadai Petani

  • 04 Feb 2025 20:00 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Dalam kondisi musim hujan seperti saat ini, khususnya untuk tanaman tebu perlu diwaspadai serangan hama uret (embuk) terutama pada tekstur tanah yang berpasir. Serangan hama uret dapat mengakibatkan gagal panen jika tidak segera dilakukan pengendalian.

Rini Agustina, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kandat, dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun), Kabupaten Kediri, Selasa (4/2/2025) menyampaikan menjelang akhir tahun siklus uret keluar berupa ampal atau serangga dewasa dari jenis Lepidiota stigma yang dapat merusak akar tanaman tebu yang dikendalikan dengan pemasangan jaring.

Rini Agustina, S.P. Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kandat dari Dispertabun Kabupaten Kediri. (Foto: RRI/ Hery).

“tanda timbul jalan itu memang kondisi tanah teksturnya berpasir, jadi memang kondisinya kalau musim-musim begini dia musimnya serangan uret, kalau misalnya tidak dikendalikan itu banyak yang gagal panen. Untuk pengendalian uret di bulan-bulan menjelang akhir tahun itu dia siklusnya memang keluar dalam bentuk ampal, itu kita kendalikan dengan kita jaring. Tapi kalau musim-musim begini dia sudah dalam bentuk larva itu sudah menyerang ke tanaman kita arahkan untuk penggunaan agen hayati,” ujarnya.

Diwilayah Kecamatan Kandat, Kebupaten Kediri terdapat 40 kelompok tani, 12 gabungan kelompok tani (gapoktan) dan 4 kelompok wanita tani (KWT) dan masyarakat petani melakukan budidaya tanaman pangan, tanaman perkebunan dan tanaman hortikultura. Mayoritas atau sekitar 50 persen untuk tanaman perkebunan yang ditanam oleh petani yaitu tanaman tebu.

Sementara Sulis Pipiyani, S.P. Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Kandat mengatakan untuk memberikan pendampingan kepada para petani yaitu dengan rutin melakukan sosialisasi dan pertemuan dengan kelompok tani.

“Mendekati akhir tahun biasanya sosialisasi terkait pupuk subsidi kalau untuk hari-hari biasanya ya kondisional lah apa yang dibutuhkan petani, kayak akhir-akhir ini kan kebetulan ada program yang dari bapak presiden terkait ketahanan pangan, ya kita galakkan di KWT untuk pemanfaatan lahan pekarangan dengan budidaya sayur-sayuran di pekarangannya untuk saat ini,” ujarnya.

Rini menambahkan dalam menyerang tanaman tebu, uret biasanya memiliki spot-spot tertentu ditanah dengan perkembangan yang banyak. Jika pengendalian uret dengan agen hayati kurang berhasil, maka langkah terakhir untuk pengendalian uret yaitu dengan penggunaan insektisida.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....