Kisah Warga yang Selamat dari Tsunami Aceh 2004

  • 26 Des 2024 19:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Warga Aceh sekaligus saksi mata tsunami Aceh 2004, Ainul Mardhiah, berbagi kisah pengalaman selamat dari bencana yang menimpanya. Saat kejadian, ia baru berusia sembilan tahun dan tengah berada di rumah bersama keluarganya.

Ia saat itu masih berusia 9 tahun, namun masih mengingat jelas peristiwa mengerikan yang menimpa aceh saat itu. "Pagi itu saya dan keluarga hendak ke laut, tapi ayah merasa ada firasat buruk," katanya saat wawancara bersama Pro 3 RRI, Kamis (26/12/2024).

Setelah gempa, suasana semakin mencekam ketika sirene berbunyi dan polisi mengumumkan bahwa air laut mulai naik. Ia dan keluarganya bergegas menyelamatkan diri dengan berlari ke tempat yang lebih tinggi, bersama ratusan warga lainnya.

Dalam kepanikan, ia bersama adik-adiknya berlindung di gedung tinggi yang dipenuhi warga lain yang mencoba menyelamatkan diri. “Saya melihat gelombang hitam setinggi gedung tiga lantai, membawa pohon, rumah, dan puing-puing lainnya,” ucapnya.

Ia juga mengisahkan perjuangan keluarganya, terutama ibunya yang sempat dihantam gelombang. “Umi saya terombang-ambing selama satu jam, hingga akhirnya tersangkut di atap rumah,” katanya.

Meskipun sudah 20 tahun berlalu, memori itu masih membekas baginya dan banyak warga Aceh lainnya. Ia berharap kesadaran mitigasi bencana terus ditingkatkan demi keselamatan generasi mendatang. (Intern/Elshadai Ercolando)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....