Proyek Underpass Joglo Picu Banjir Parah

  • 22 Des 2024 17:28 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Proyek pembangunan underpass Joglo yang digadang-gadang menjadi solusi kemacetan justru membawa dampak buruk bagi warga Sambirejo, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Surakarta. Hujan deras yang terjadi belakangan ini menyebabkan banjir parah hingga setinggi paha orang dewasa, memicu protes keras dari warga terdampak.

Ermawati Wijayanti, warga RT 01, mengungkapkan bahwa sebelumnya daerah Sambirejo memang rawan banjir, namun tidak separah saat ini. "Dulu banjir hanya sampai atas mata kaki dan cepat surut. Tapi sejak ada proyek underpass ini, banjir jadi lebih parah, minimal setinggi lutut, dan surutnya sangat lama," ujarnya kepada RRI, Minggu (22/12/2024).

Ia menambahkan, sejak proyek dimulai, banjir telah terjadi lima kali, dengan puncaknya hari ini. "Hampir semua rumah di RT 01 terdampak, sekitar 85%. Warga marah hingga mendatangi proyek dan menutup jalan, tapi proyek tetap berjalan tanpa solusi konkret," ujarnya.

Tak hanya banjir, Ermawati juga mengeluhkan dampak lain seperti debu yang memicu gangguan pernapasan, penutupan jalan yang mematikan usaha warga, dan minimnya kompensasi. "Bantuan yang diberikan hanya beras beberapa kilo, sementara usaha kami mati. Sosialisasi dampak proyek pun tidak pernah ada," katanya.

Senada, Tomi Tri Admadi, warga RT 01 RW 01, mempertanyakan perencanaan proyek yang dinilai tidak memperhitungkan elevasi air dan sistem drainase. "Belum pernah banjir setinggi ini di kampung kami. Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) itu ada atau tidak? Dana CSR juga harusnya ada, tapi tidak pernah dirasakan warga," katanya mengkritik.

Tomi meminta pihak proyek, terutama WIKA dan PUPR, serta pemerintah daerah dan pusat untuk segera mengambil tindakan nyata. "Proyek ini mau mematikan rakyat atau mensejahterakan rakyat? Kami sudah beberapa kali mengadu, tapi tidak ada penanganan. Tolong perhatikan masalah ini," ucapnya.

Warga berharap agar pihak terkait segera memperbaiki sistem drainase dan memberikan kompensasi yang layak kepada warga terdampak. Dengan proyek yang hampir selesai, warga mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menangani dampak lingkungan yang diakibatkan. (Ase)


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....