Rektor Uniki Paparkan Solusi Pengentasan Kemiskinan

  • 14 Des 2024 12:27 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe : Rektor Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki), Prof. Dr. Apridar, S.E., M.Si, dalam dialog Lhokseumawe pada ini, Jumat (13/12/2024), menjelaskan pentingnya pengentasan kemiskinan dalam Islam serta pendekatan yang dapat diambil untuk mengurangi ketimpangan sosial. Menurutnya, pengentasan kemiskinan dalam Islam tidak hanya masalah individu, tetapi juga menjadi tanggung jawab kolektif masyarakat.

Dalam penjelasannya, Prof. Apridar mengungkapkan bahwa Islam mengajarkan pentingnya pemerataan kekayaan, kepedulian sosial, serta tanggung jawab bersama untuk mengatasi kemiskinan. Pengentasan kemiskinan dalam Islam lebih menekankan kepada kondisi sosial dan kesejahteraan bersama, bukan hanya sebagai masalah pribadi, tetapi sebagai tanggung jawab bersama.

Prof. Apridar juga menyebutkan beberapa konsep yang ditawarkan dalam Al-Qur'an untuk mengurangi kemiskinan.

"Zakat ,zakat bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga membersihkan harta dan jiwa dari keserakahan.Zakat diwajibkan sebesar 2,5% dari harta yang dimiliki dan disalurkan kepada delapan golongan yang berhak, termasuk fakir dan miskin.Kedua infaq dan sedekah sebagai bentuk dukungan sosial yang lebih fleksibel. Infaq digunakan untuk pengeluaran di jalan Allah, sementara sedekah dapat diberikan kapan saja tanpa batasan jumlah. Ketiga wakaf yang dapat digunakan untuk membangun fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, atau tempat ibadah yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Tidak hanya itu,dan terakhir Islam juga mendorong pemberian pinjaman tanpa bunga kepada fakir miskin, untuk membantu mereka keluar dari jeratan kemiskinan,"

Prof. Apridar menutup dialog dengan menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi dalam Islam. Menurutnya,Islam mengajarkan agar peluang kerja dan kewirausahaan diberikan kepada mereka yang membutuhkan, agar mereka dapat mandiri dan meningkatkan taraf hidup.

Dengan ini islam menawarkan solusi nyata untuk mengatasi kemiskinan melalui pemberdayaan, kepedulian sosial, dan keadilan ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....