Waspada DIY Cuaca Ekstrem 12 - 14 Desember 2024

  • 11 Des 2024 11:05 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai dengan kilat/petir dan angin kencang, berpotensi mengguyur wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta tanggal 12, 13, 14 Desember 2024. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem dan potensi bencana yang ditimbulkan. Senantiasa perbarui informasi cuaca dari BMKG.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono mengatakan berdasarkan dinamika atmosfer, pihaknya mengidentifikasi adanya bibit siklon 91S di Samudera Hindia barat daya Lampung, bibit siklon 93S di barat Australia dan bibit siklon 94S di perairan NTT. Hal ini membentuk daerah pertemuan angin di sepanjang Pulau Jawa yang membuat penambahan uap air di Pulau Jawa termasuk DIY.

"Selain itu hangatnya suhu permukaan air laut di sekitar perairan Jawa menunjukkan adanya potensi penambahan massa uap air didukung kelembapan massa udara di lapisan 850 mb - 700 mb yang basah (80 - 98 persen). Hal ini dapat meningkatkan aktivitas pertumbuhan awan hujan," ucap Warjono dalam keterangan tertulisnya yang diterima RRI Rabu (11/12/2024) siang.

Warjono menambahkan berdasarkan analisa dinamika atmosfer, maka prakiraan cuaca wilayah DIY tanggal 12, 13, dan 14 Desember 2024 sebagai berikut:

- 12 Desember 2024

Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir juga angin kencang di seluruh wilayah DIY.

- 13 Desember 2024

Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir juga angin kencang di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul bagian timur, Kulon Progo bagian utara dan Gunungkidul.

- 14 Desember 2024

Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir juga angin kencang di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul bagian timur, Kulon Progo bagian utara dan Gunungkidul.

"Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang dan sambaran petir, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....