Pemda Sragen Boyongan ke Kantor Baru Kompleks Perkantoran Terpadu

  • 09 Des 2024 23:07 WIB
  •  Surakarta
KBRN Sragen: Jajaran Pemerintah Kabupaten Sragen mulai menempati kantor baru Pemda Terpadu yang terletak di Kelurahan Sine, Kecamatan Sragen Kota Senin (9/12/2024). Relokasi belasan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari kantor Pemda lama di depan Alun-Alun jl Sukowati Sragen seiring telah selesainya pembangunan kantor baru.

Rencananya kantor pemda Sragen yang lama akan dirobohkan dan dijadikan ruang terbuka hijau RTH.

Boyongan atau pindahan kantor Pemda yang baru dipimpin Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Sejumlah Paskibra Sragen turut terlibat dalam boyongan tersebut.

Sesampainya di Kantor Pemda Terpadu dilakukan tasyakuran potong tumpeng oleh Bupati Sragen didampingi Wakil Bupati Suroto Pejabat Forkompinda dan sejumlah Kepala Dinas.

Disela boyongan ASN ke Kompleks Pemkab Sragen yang baru Bupati mengatakan, boyongan ini hanya simbolis saja. Sebelumnya hampir semua OPD sudah berkantor di gedung baru pusat perkantoran terpadu sebulan terakhir.

Dikantor yang baru itu diharapkan dapat meningkatkan pelayanan masyarakat dan kinerja ASN lantaran lokasinya yang jauh lebih representatif.

Kompleks perkantoran terpadu Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen yang baru saja diresmikan penggunaannya oleh Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Senin (9/12/2024). Dok istimewa
Namun bupati mengakui masih ada beberapa sarana dan prasaran yang belum dilengkapi seperti keberadaan masjid di Kompleks perkantoran terpadu itu. Selain itu perlunya keberadaan mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang stay di kantor terpadu meskipun sudah ada Apar dan hydrant.

"Yang belum ada masjid, karena yang berkantor di sini kan banyak, nanti kalau salat jumat harus disediakan masjid, walaupun di masing-masing lantai ada musholla. Kemudian pemadam kebakaran untuk emergency," kata dia.

Disinggung pemanfaatan aset bangunan perkantoran lama dan juga gedung OPD yang sebelumnya di luar pemda, bupati mengatakan semua akan dimanfaatkan dengan baik. Kantor pemda lama akan dijadikan sebagai ruang terbuka hijau sesuai dengan kajian dan usulan masyarakat sragen.

Kemudian untuk perkantoran yang di luar Pemda akan dimanfaatkan sesuai hasil kajian kedepannya. Selain itu lanjut bupati ada beberapa unit layanan yang belum mendapatkan tempat seperti UPTPK.

"Kalau untuk pemda lama hasil survey masyarakat dan akademisi, kantor pemda lama bisa digunakan untuk ruang terbuka dan 2025 dianggarkan pembongkaran. jadi nanti alun-alun sragen kita punya dua. BKPSDM dipinjam kejaksaan, Kesbang dan lain kita inventarisir kami harap semua bermanfaat dan memiliki nilai tinggi. Ada beberapa yang meminta KNPI, Orari," katanya menjelaskan.

Terkait anggaran pembangunan kantor terpadu Pemda Sragen sesuai DED diproyeksikan mencapai Rp 150 miliar. Namun Pemkab sragen baru mengalokasikan Rp 95 miliar lantaran kompleks pemda terpadu ini dikerjakan bertahap.

Mulai dari pengadaan tanah sejak 2019 lalu hingga dikerjakan tahun ini. Tahun depan dikerjakan pelengkap seperti masjid dan penataan lingkungan seperti boulevard yang akan dilanjutkan oleh Bupati yang baru.

Dia menyampaikan beberapa hari lalu Kabupaten Sragen kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Indonesia Governance Award (IGA). Prestasi ini membawa berkah berupa dana tambahan yang cukup besar.

"Penghargaan IGA ini merupakan bukti bahwa kinerja Pemerintah Kabupaten Sragen semakin baik," ujarnya.

Dana tambahan akan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sragen.

"Dana yang kami terima akan kami gunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan membangun infrastruktur yang lebih baik," tegasnya. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....