Partisipasi Pemilih Pilkada Serentak di Ponorogo Capai 75,5 Persen

  • 03 Des 2024 17:42 WIB
  •  Madiun

KBRN, Ponorogo: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ponorogo mencatat, partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 di Bumi Reog khususnya untuk pemilih bupati-wakil bupati (Pilbup) mencapai 75,51 persen. Artinya dari total daftar pemilih tetap (DPT) 762.415 pemilih, ada 574.973 yang menggunakan hak pilih.

Sisanya tidak menggunakan hak pilih di Ponorogo. Sedangkan untuk Pilgub Jatim, partisipasi pemilih di angka 75,41 persen, dengan total pemilih sebanyak 575.672 orang.

Hal itu terungkap saat KPU Ponorogo menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat kabupaten dalam pemilihan serentak 2024 di gedung Sasana Praja, Selasa (3/12/2024).

Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Ponorogo, Amrul Sabrina Sulistia Putra mengatakan, pada Pilkada 2020 lalu jumlah partisipasi pemilih mencapai 77 persen. Sedangkan pada Pilkada ini sekitar 75 persen.

Hal itu kata Amrul terjadi karena sejumlah faktor. Di antaranya waktu yang sangat singkat untuk melakukan sosialisasi.

"Untuk pemilihan serentak tahun ini di Ponorogo partisipasi kita di angka 75 persen koma sekian persen. Itu menjadi PR kami karena hanya diberikan waktu yang singkat. Kalau saat Pilkada 2020 lalu dalam persiapan antara Pilpres ke Pilbup itu ada waktu setahun lebih, sedangkan tahun ini pemilu belum selesai, kita sudah dihadapkan dengan Pilkada," ujarnya.

Amrul tidak memungkiri, KPU bekerja ekstra untuk merumuskan beberapa hal termasuk sosialisasi secara masif agar tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada serentak ini tinggi. Di antaranya terjun langsung ke masyarakat di berbagai kegiatan, sosialisasi melalui majelis masjid, termasuk ke kelompok masyarakat tertentu.

"Memang antara Pemilu dengan Pilkada ini waktunya berhimpitan sehingga posisi konstituen kita masih tersandera atas kepentingan pemilu. Ada kecenderungan tertentu sehingga membuat kami merumuskan beberapa hal dalam waktu sesingkat mungkin," bebernya.

KPU pun sempat melakukan survei ke masyarakat terkait partisipasi pemilih di bulan Agustus lalu. Saat itu didapati angka 45 persen.

Dalam waktu tiga bulan menuju Pilkada 27 November 2024, KPU Ponorogo berupaya mendongkrak tingkat partisipasi pemilih. Hasilnya cukup memuaskan, di angka 75 persen.

"Alhamdulillah selama waktu tiga bulan itu, kami bisa mendongkrak partisipasi pemilih hingga di angka 75 persen saat ini. Dan alhamdulillahnya lagi, Pilkada serentak di Ponorogo lancar," jelasnya.

Amrul menegaskan, masih adanya warga Ponorogo yang tidak menggunakan hak pilih pada pemilihan serentak itu terjadi karena beberapa faktor. Satu antaranya karena memilih nyoblos di luar Ponorogo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....