Adat Batak Simalungun ; Etnis Nusantara 'Babel Nauli'

  • 03 Des 2024 09:16 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Sungailiat : Suku batak memiliki enam puak (kelompok/ suku) yang terdiri dari batak toba, batak karo, batak pakpak, batak angkola, batak mandailing, dan batak simalungun. Setiap suku yang ada, mempunyai budaya tersendiri, contohnya seperti suku batak simalungun dengan berbagai macam tradisi adatnya.

Eda Pita saat mengisi acara Etnis Nusantara 'Babel Nauli' di Pro4 Sungailiat pada hari Senin, (2/12/2024) mengatakan suku simalungun menjadi marga dengan urutan tertinggi di batak. Orang batak sangat menjunjung tinggi marga atau sukunya. Marga sudah menjadi suatu identitas untuk menjelaskan silsilah keluarga atau garis keturunannya.

"Suku batak simalungun sendiri memiliki empat marga yakni, Damanik, Purba, Saragih, dan Sinaga, disingkat sebagai SISADAPUR (Sinaga, Saragih, Damanik, Purba).

Dan keempat marga ini berasal dari marga raja-raja yang dulu pernah memimpin di tanah simalungun. Beberapa adat batak simalungun hingga kini masih terus dilestarikan, hal tersebut merupakan simbol penghormatan kepada para leluhur yang sarat akan makna," ujar Eda Pita

Adapun dua adat budaya suku simalungun yakni ;

1. Rondang Bittang. Tradisi rondang bittang selalu ditunggu - tunggu setiap tahunnya oleh masyarakat suku simalungun, di mana tradisi ini digelar sebagai suatu bentuk kebahagiaan , kegembiraan dan wujud rasa syukur kepada Tuhan. Pesta Rondang Bintang biasanya dilakukan setelah panen raya, untuk mendapatkan pasangan hidup dan lain sebagainya.

2. Maranggir. Maranggir ini adalah suatu ritual yang digunakan oleh suku simalungun untuk membersihkan tubuh dari perbuatan - perbuatan yang negatif, menghindari diri dari kejahatan dan kesialan atau dari gangguan roh-roh jahat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....