Budidaya Daun Katuk untuk Pemula
- 30 Nov 2024 12:50 WIB
- Sungailiat
KBRN, Sungailiat : Daun katuk (Sauropus androgynus) kini semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya sebagai tanaman obat dan sayuran yang kaya akan nutrisi. Tejo, seorang pelaku budidaya daun katuk di Sungailiat, berbagi pengalaman tentang cara menanam tanaman ini.
Menurutnya, daun katuk memiliki prospek yang baik karena permintaan yang terus meningkat, baik di pasar lokal maupun pasar tradisional. “Daun katuk mudah dibudidayakan, dan perawatannya relatif sederhana. Dengan modal yang tidak besar, hasil yang didapat bisa sangat menguntungkan,” ujar Tejo. Ia menambahkan bahwa daun katuk juga tahan terhadap berbagai kondisi cuaca, menjadikannya pilihan tepat untuk budidaya skala kecil maupun besar.
Bagi pemula, seperti yang dialami oleh Abi, seorang petani muda yang baru saja memulai budidaya daun katuk, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilih bibit yang berkualitas. Abi mengungkapkan, “Awalnya saya merasa ragu karena belum pernah menanam daun katuk sebelumnya. Tapi setelah belajar dari pengalaman Tejo, saya mulai merasa lebih percaya diri. Yang terpenting adalah memulai dengan bibit yang sehat dan tanah yang subur.”
Abi juga menambahkan bahwa daun katuk dapat tumbuh dengan baik di lahan yang cukup terbuka dengan sinar matahari langsung, serta membutuhkan penyiraman yang rutin namun tidak berlebihan.
Tejo juga mengingatkan para pemula untuk memperhatikan pemangkasan dan perawatan tanaman. “Pemangkasan daun secara rutin sangat penting untuk menjaga agar tanaman tidak terlalu rimbun dan tetap produktif. Setiap 2-3 bulan, daun katuk perlu dipangkas agar terus tumbuh dengan baik dan menghasilkan daun yang segar,” jelas Tejo.
Selain itu, untuk menghindari serangan hama dan penyakit, pemupukan dengan pupuk organik juga sangat dianjurkan. Menurutnya, budidaya daun katuk yang dilakukan secara organik akan menghasilkan daun yang lebih sehat dan lebih diminati pasar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....