Kerusakan Hutan Mangrove di Gorontalo Jadi Perhatian Masyarakat
- 05 Nov 2024 13:14 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo - Kerusakan hutan mangrove di beberapa wilayah di Provinsi Gorontalo, khususnya di Kabupaten Pohuwato, turut menjadi perhatian masyarakat. Amran, salah satu warga dalam program Kopi Pagi RRI Gorontalo menyebut, kerusakan hutan mangrove di daerah setempat sudah mencapai lebih dari 50 persen.
Menurut Amran, salah satu penyebab terjadinya kerusakan hutan mangrove di Kabupaten Pohuwato tersebut yaitu karena adanya pembukaan tambak. Hal yang juga sangat Ia sayangkan, pengelola tambak-tambak yang ada bukan warga asli Gorontalo.
"Mangrove di bagian Kabupaten Pohuwato sudah sekitar 50 persen lebih yang rusak dengan adanya tambak yang ada. Yang anehnya, pengelola-pengelola tambak itu orang-orang dari luar Provinsi Gorontalo," kata Amran, Selasa (5/11/2024).
Melihat kondisi ini, Amran mempertanyakan ada dan tidaknya regulasi yang mengatur terkait hal ini. Menurutnya, kerusakan hutan mangrove saat ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Jika tidak ada langkah-langkah konkrit dan regulasi yang melarang pembukaan tambak di lokasi hutan mangrove, ditakutkan kerusakannya semakin bertambah parah dan hutan mangrove akan habis.
"Menurut saya ini harus ada undang-undang atau peraturan daerah tersendiri, supaya orang-orang dari luar tidak akan masuk ke Gorontalo untuk membuka tambak di hutan magrove di Provinsi Gorontalo secara umum," ujar Amran.
Tak sampai disitu, masyarakat juga mendorong pemerintah daerah supaya melakukan pengaturan tata ruang, termasuk kembali menentukan titik-titik yang masuk dalam kawasan hutan mangrove di Provinsi Gorontalo.
"Untuk kawasan yang saat ini belum mengalami kerusakan, harus dilestarikan. Kemudian untuk yang sudah mengalami kerusakan, perlu ada langkah penanaman kembali," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....