Gas Elpiji Langka, Disperindagkop Minta Klarifikasi Pertamina dan Pangkalan

  • 18 Okt 2024 22:27 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe: Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kota Lhokseumawe, Jum'at (18/10/2024) sore, memanggil pihak Pertamina dan pemilik Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg.

Pertemuan para pihak berlangsung di Platinum Kafe membahas masalah kelangkaan Gas Elpiji bersubsidi yang dilaporkan masyarakat langka dalam dua minggu terakhir. Pihak Disperindagkop diwakili Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Rosawinda. Sementara pihak Pertamina Lhokseumawe diwakili Manajer Pemasaran.

Kepala Dinas (Kadis) Perindagkop UKM Kota Lhokseumawe, Muhammad Rizal, mengatakan, berdasarkan keterangan pihak Pertamina dan Pangkalan Gas, jumlah Kuota yang disampaikan ke Pelanggan tetap sesuai yang ditetapkan Pemerintah, tidak dikurangi.

"Penerima yang disalurkan pangkalan juga tidak ada kendala. Untuk ini, pihak Pertamina bersama Pemko akan melakukan sidak ke beberapa tempat yang kemungkinan menyalahgunakan Elpiji 3 kg tersebut", ujar Muhammad Rizal kepada RRI.

Di Kota Lhokseumawe sendiri, saat ini memiliki tiga Pangkalan Gas bersubsidi, tutup Muhammad Rizal.

Sebelumnya, Warga Kota Lhokseumawe, mengeluhkan Gas LPG 3 Kg yang mulai sulit diperoleh pada Pangkalan. Keluhan itu disampaikan warga pada Jum'at (18/10/2024) ke studio siaran RRI Lhokseumawe saat program "Halo RRI".

Program "Halo RRI" disiarkan setiap Senin & Jum'at, pukul 09.00 s/d 10.00 WIB di Programa Satu FM 89,30 MHz, serta ditayangkan juga secara Visual (Video) di Aplikasi RRI Digital.

"Pak Jol Mahdi mau menyampaikan keluhan nih sedikit pak, mengenai gas tiga kilo pak. Udah hampir beberapa terakhir di Lhokseumawe ini khususnya, ini langka pak. Seperti hilang ditelan Bumi. Enggak Gas tiga kilo pak. Itu kita minta kepada pihak terkait dan instansi terkait tolong di cek pak. Kenapa, apakah mungkin Pertamina ataupun Pangkalan sudah mengurangi subsidinya, tolong diberi klarifikasi buat kami masyarakat pak. Di seluruh Kecamatan Banda Sakti kita cari enggak ada barang pak, kosong", keluhnya seraya berharap kepada Pemerintah untuk melakukan pengecekan.

Penelpon berikutnya, Ismed M. Nur, warga Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara juga menyampaikan bahwa, Gas LPG 3 Kg sudah sulit diperoleh dalam dua minggu terakhir.

"Ini dari pak Ismed M.Nur, di Krueng Mane. Ini sama seperti rakan-rakan tadi yang telah menyampaikan tentang kelangkaan Gas Elpiji tiga kilogram. Disini, kami sebagai konsumen ingin mempertanyakan kepada pemerintah, dalam dua minggu ini terjadi kelangkaan gas elpiji tiga kilogram tersebut. Apa yang sesungguhnya terjadi, apakah ada pengaruh dengan akan dicabutnya subsidi gas tiga kilogram", tanya Ismed M.Nur saat menelpon dalam program "Halo RRI" edisi Jum'at (18/10/2024) pagi.

Sementara itu, Ismed juga meminta penertiban terhadap pembelian Gas LPG dengan sistim borongan di Pangkalan. Masyarakat yang hanya mampu membeli satu hingga dua tabung semakin kesulitan untuk memperoleh Gas LPG untuk keperluan memasak di rumah.

"Sementara itu juga perlu ditertibkan bagi pedagang-pedagang Keudai Kopi, Keudai Nasi dan sebagainya itu, leluasa membeli gas dengan sepuluh tabung, dan sepertinya mereka sudah bermain dengan oknum Agen. Kalau mereka, kapan saja perlu ada. Sementara konsumen yang lain sulit mendapatkan. Kalau adapun, dengan harga diatas Rp30.000 sampai mendekati harga Rp40.000 pertabung. Jadi mohon perhatian pemerintah. Karena bagi konsumen yang cuma mampu beli se tabung dua tabung, ini mungkin enggak masak kalau gas enggak ada", tandasnya lagi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....