Kawasan Mrican Yogyakarta yang Dulu Kumuh Kini Tertata

  • 12 Okt 2024 07:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Sleman: Wajah kawasan Mrican, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berubah usai direvitalisasi oleh Kementerian PUPR. Lokasi yang dulu kumuh, penuh sampah, dan jadi sarang nyamuk, kini menjelma sebagai titik pertumbuhan ekonomi baru Sleman.

Kepala Satuan Kerja Ditjen Ciptakarya, kawasan Mrican, Rudi Eko mengatakan bahwa sebagai kawasan padat penduduk, Mrican dulunya menyimpan banyak persoalan, rumah warga yang berdempetan dan tak beraturan, jalan yang sempit, banyak sampah, minim drainase sehingga sering banjir.

Rudi Eko mengatakan, kawasan Mrican menjadi kawasan kumuh ditetapkan melalui SK Bupati Sleman tahun 2022 lalu. Mrican berlokasi di Kelurahan Caturtunggal dan Condong Catur, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Ia menambahkan bahwa daerah kumuh di Mrican seluas 21,16 hektar disulap menjadi kawasan yang lebih asri dan nyaman. "Sehingga menciptakan titik pertumbuhan ekonomi baru. kampung yang bersih,sehat, jauh dari stunting." kata Rudi.

Menurutnya, proses konstruksi dimulai dengan melaksanakan pergeseran bangunan dipinggir sungai sejauh 3 meter untuk meminimalisir banjir. Kementerian PUPR menggandeng Pemda Kabupaten Sleman untuk melakukan kawasan kumuh Mrican menjadi kawasan pemukiman yang layak huni.

Lingkup kegiatan penataan yang dilakukan Kementerian PUPR dikawasan Mrican pekerjaan jalan inspeksi dan jalan lingkungan, pekerjaan Instalasi IPAL. Komunal, pekerjaan TPS, pekerjaan jembatan, pekerjaan pos pantau banjir, pekerjaan RTP Microlibrary, pekerjaan gapura, pekerjaan lampu penerangan jalan.

Pekerjaan railing pengaman jalan, pekerjaan talud, pekerjaan hydrant kering proteksi kebakaran, dan pekerjaan saluran drainase. Semua infrastruktur yang sudah diberikan itu diharapkan dapat dipelihara dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sekitar.

Selain itu, kedepannya Kawasan Mrican juga diharapkan menjadi kawasan ekowisata sesuai visi yang telah dicanangkan menjadi permukiman cerdas. Tangguh dan berwawasan lingkungan sebagaimana yang di cita-citakan pemerintah.

Pemerintah juga memberikan bantuan renovasi rumah-rumah penduduk di pinggir sungai yang terdampak. Setidaknya ada 29 rumah yang direnovasi. Bantuan yang diberikan bervariasi, mulai dari Rp 200 juta dan paling kecil Rp 20 juta..


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....