Pusun Mayang Pinang, Simbol Sakral dalam Ritual Adat Dayak Kalteng

  • 04 Okt 2024 14:40 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Pusun mayang pinang, yang merupakan bunga pinang segar, menjadi simbol penting dalam berbagai ritual adat suku Dayak di Kalimantan Tengah. Dalam kebudayaan Dayak, pusun mayang pinang tak hanya sekadar bahan upacara, tetapi juga dipercaya memiliki makna spiritual yang mendalam.

Menurut para tetua adat, pusun mayang pinang melambangkan kesucian dan keseimbangan alam semesta. Buah/bunga pinang yang disusun rapi melambangkan harmoni antara manusia dan alam. Pusun mayang pinang kerap digunakan dalam ritual-ritual besar, seperti upacara perkawinan Suku Dayak, ritual penyucian roh leluhur Dayak dan ritual lainnya.

Demikian dikatakan Basir muda wilayah Palangka Raya, Benny Putra. Tidak hanya dalam perkawinan, pusun mayang pinang juga sering terlihat dalam upacara penyembuhan atau pengobatan secara spiritual, serta pada ritual nahunan pemberian nama pada bayi dimana sekeliling tempat mandi bayi dihiasi dengan pusun mayang pinang. Jumat, (4/10/2024).

Ia menjelaskan pusun mayang pinang berfungsi sebagai medium antara manusia dan kekuatan gaib. Dalam setiap susunan, ada doa yang kita tujukan untuk kesejahteraan dan perlindungan, Selain itu, pusun mayang pinang juga menjadi bagian dari upacara syukuran panen dan ritual untuk memohon keselamatan sebelum musim tanam dimulai.

"Kehadirannya dipercaya membawa keberuntungan dan mengusir roh-roh jahat dari ladang serta kampung," ucapnya.

Bagi masyarakat Dayak, menjaga kelestarian pusun mayang pinang merupakan salah satu cara untuk mempertahankan identitas budaya mereka di tengah modernisasi yang terus berkembang.

Ritual-ritual tradisional yang melibatkan simbol ini dianggap sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat Dayak dengan leluhur dan alam sekitar, menjadikan pusun mayang pinang sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan spiritual masyarakat Dayak.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....