Perjalanan Fakta Menarik dari Teks Proklamasi

  • 19 Agt 2024 20:15 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Setiap tanggal 17 Agustus bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaannya. Peristiwa proklamasi yang bersejarah ini menjadi momen yang sakral terkait teks proklamasi.

Dibalik teks proklamasi ternyata menyimpan fakta-fakta menarik untuk diketahui. Dikutip dari bola.com, ada beberapa fakta menarik dalam perumusan dan pembacaan teks proklamasi yaitu:

· Soekarno sakit saat pembacaan teks proklamasi.

Dihari itu Bung karno sapaan akrab presiden Indonesia dalam keadaan tidak baik-baik saja, ia menderita penyakit Malaria, tubuhnya panas dingin, dan baru tertidur setelah merumuskan teks proklamasi. Kemudian dokter pribadinya memberikannya obat, dan pada pukul 10.00wib presiden Soekarno membacakan teks proklamasi dikediamannya dijalan Pengangsaan Timur No. 56 Jakarta didampingi Moh. Hatta.

· Proklamasi dibulan Ramadhan.

Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 bertepatan dengan hari Jumat dibulan Ramadhan 1364 H.

· Tidak ada rekaman suara.

Rekaman proklamasi yang beredar merupakan rekaman ulang yang dibuat tahun 1951 di Radio Republik Indonesia (RRI). Upacara dilaksanakan dengan cepat, sederhana dan tanpa protokol.

· Dokumen nyaris disita.

Saat Proklamasi seorang fotografer France Mendoer mengabadikan detik-detik pembacaan teks proklamasi. Kemudian tentara Jepang ingin merampas foto-foto tersebut, tetapi France mengatakan bahwa foto-foto tersebut sudah diserahkan kepada barisan pelopor.

· Naskah sempat dibuang.

Naskah Proklamasi yang ditulis tangan oleh presiden Soekarno sempat dibuang kedalam tong sampah, dan ditemukan oleh seorang wartawan Aceh dan menyimpannya selama 47 tahun. Kemudian diserahkan ke Meseum Arsip Nasional tahun 1992.

· Bendera dari seprai.

Sebagai penjahit bendera merah putih, Fatmawati istri dari presiden Soekarno telah menyiapkan kain yang bagus, dan ternyata kainnya kecil. Sementara dengan keterbatasan waktu, Ibu Fatmawati menemukan kain berwarna putih dari kain seprai, dan kain berwarna merah pemberian dari seorang pemuda bernama Lukas Kastaryo.

· Tiang bendera dadakan.

Sebelum acara pembacaan Teks Proklamasi dimulai, dilakukan persiapan untuk mengibarkan sang merah putih, dimana tiang yang digunakan terbuat dari bambu, yang dibuat secara mendadak.

· Andil Jerman.

Penulisan teks proklamasi diketik dengan menggunakan mesin tik Angkatan Laut Jepang yang hanya memiliki huruf kanji, dkediaman Laksamana Maeda. Mesin tik yang digunaka oleh Sayuti Melik berasal dari pinjaman kantor perwakilan AL Jerman milik Mayor (Laut) DR Herman Kandeler.

· Ada dua jenis teks.

Ada dua jenis teks proklamasi yaitu, teks asli tulisan tangan Soekarno dibantu oleh Moh. Hatta dan Mr. Achmad Soebardjo, dan teks ketikan dari seorang pemuda Sayuti Melik, yang mengubah kalimat teks proklamasi dari “Wakil-wakil bangsa Indonesia” menjadi “Atas nama bangsa Indonesia”.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....