Ternyata Singkong Bukan Asli Nusantara Tapi Suku Maya
- 28 Jul 2024 18:24 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : Singkong, yang kini menjadi makanan pokok bagi banyak orang Indonesia, ternyata bukanlah tanaman asli daerah ini. Singkong, atau Manihot esculenta, diperkenalkan ke Indonesia oleh bangsa Spanyol dan Belanda dari Amerika Selatan.
Tanaman singkong pertama kali dibudidayakan oleh suku Maya di Yucatán, Meksiko, dan kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia. Pada abad ke-16, Portugis membawa singkong ke Afrika, dan selanjutnya, pada tahun 1850-an, Belanda memperkenalkannya di Maluku sebagai alternatif pangan saat krisis beras di Jawa.
Krisis beras yang terjadi akibat sistem tanam paksa membuat singkong menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Meskipun awalnya dianggap makanan kelas dua, kini singkong telah diakui sebagai sumber karbohidrat yang penting dan bergizi di Indonesia.
Nama singkong sendiri berasal dari istilah yang diadopsi dari bahasa Spanyol dan Portugis, mencerminkan pengaruh kolonial yang kuat dalam sejarah makanan Indonesia. Berbagai istilah lokal seperti ketela dan ubi kayu menunjukkan penerimaan masyarakat terhadap tanaman ini dalam budaya kuliner mereka.
Dengan pemahaman baru tentang asal usul singkong, kita dapat lebih menghargai peran pentingnya dalam kehidupan sehari-hari. Singkong bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol adaptasi dan keberagaman kuliner Indonesia yang kaya akan sejarah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....