Mampu Hilangkan Memori Asli, Simak Ulasan Tentang 'Mandela Effect'

  • 18 Jul 2024 09:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pernahkah Anda melihat sebuah kemasan makanan hingga benar-benar mengenalinya? Selang beberapa tahun kemudian, ketika Anda kembali melihatnya, yang terjadi malah kemasan tersebut berubah.

Tentunya, Anda akan merasa bingung dengan fenomena yang terjadi. Anda akan meyakini bahwa kemasan tersebut tidak mengalami perubahan bentuk dan desain.

Tapi, Anda tidak perlu takut dengan fenomena tersebut, dan jangan langsung beranggapan bahwa semesta ini adalah simulasi. Fenomena yang Anda alami merupakan sebuah kejadian dari kenangan kolektif yang menyesatkan atau biasa dikenal dengan Mandela Effect.

Kira-kira seperti apa sih awal mula Mandela Effect itu?Kemudian, mengapa banyak orang yang mengalami hal ini? Berikut ulasannya:

1. Awal Mula Terbentuknya Mandela Effect

Dikutip Britannica, Mandela Effect terbentuk pada saat pengumuman kematian Nelson Mandela di penjara Afrika Selatan pada tahun 1980-an. Faktanya, Nelson Mandela tidak meninggal di penjara pada tahun 1980-an, namun ia meninggal pada tahun 2013.

Tentunya peristiwa tersebut mengundang banyak sekali pertanyaan dari berbagai pihak, terutama salah satu warga Amerika bernama Fiona Broome. Dalam tulisan kanalnya, ia menceritakan pengalaman yang dialaminya tentang Mandela Effect.

Pengalamannya tersebut akhirnya mendapatkan atensi dari berbagai pembaca yang mengatakan bahwa mereka mengalami hal yang serupa. Melalui pengalaman yang tidak biasanya ini kemudian mendorong Fiona untuk menulis terus tentang Mandela Effect.

2. Kisah Nelson Mandela Bukan Satu-Satunya

Walaupun kisah Nelson Mandela merupakan satu-satunya pencetus teori konspirasi Mandela Effect. Namun ternyata kisah tersebut bukanlah salah satunya.

Seiring berkembangnya konsep Mandela Effect, kelompok ingatan palsu lainnya mulai bermunculan. Salah satunya adalah lokasi Selandia Baru, yang saat ini memunculkan perdebatan.

Jika Anda melihat peta, Anda akan mudah menjawab bahwa lokasi tersebut berada di bagian tenggara. Namun ada sekelompok orang yang mengaku mengingat Selandia Baru berada di timur laut, bukan tenggara.

3. Mandela Effect Merupakan Kenangan Palsu

Penjelasan yang cukup masuk akal untuk menjelaskan fenomena Mandela Effect adalah kenangan palsu atau ingatan palsu di dalam otak. Sehingga banyak orang yang tidak bisa membedakan mana ingatan asli dan palsu.

Sebelum jauh menjelaskan fenomena Mandela Effect. Mari kita lihat contoh Mandela Effect yang akan membantu kita memahami bagaimana ingatan bisa salah.

Dimanakah letak Selandia Baru? Kebanyakan orang akan mengetahui bahwa Selandia Baru berada di bagian tenggara laut, bukan di bagian timur. Akan tetapi, ketika ditanya tentang letak posisi, banyak yang keliru dan percaya bahwa Selandia Baru berada di timur.

Jika mempertimbangkan penjelasan neurosains, memori untuk Selandia Baru akan dikodekan di otak untuk berada di bagian timur. Cara penyimpanan jejak memori disebut engram dan kerangka tempat memori serupa dikaitkan satu sama lain disebut skema.

Jadi, ketika seseorang mencoba mengingat Selandia Baru yang diingat adalah bagian timur. Hal ini memicu neuron yang berhubungan satu sama lain, sehingga memunculkan memori lokasi tersebut.

4. Kenangan Palsu Bisa Diatasi dengan Melihat Kembali Sesuatu yang Diingat

Setelah melihat penjelasan tentang Mandela Effect, Anda akan paham untuk memanggil ingatan sempurna harus melihat apa yang diingat. Lalu, jika Anda tumbuh dalam di era teknologi, Anda harus memastikan bahwa informasi yang Anda terima adalah benar.

Ini lantaran Mandela Effect terjadi bisa saja dari pusat informasi yang salah, apalagi dengan perkembangan teknologi yang cepat. Sehingga otak akan lebih cepat menerima informasi yang salah dibandingkan dengan yang benar.

Hingga sekarang, Mandela Effect terus menjadi perdebatan di berbagai kalangan, meskipun ada bukti yang cukup masuk akal bahwa fenomena tersebut berasal dari kekeliruan. Namun, banyak yang percaya bahwa Mandela Effect berasal dari dimensi yang berbeda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....