RUMAMBA: Tradisi Naik Rumah Baru di Minahasa

  • 27 Jun 2024 17:39 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado: Tradisi upacara adat naik rumah baru di Minahasa dikenal dengan nama Rumamba. Tradisi rumamba ini semakin jarang dilakukan di Minahasa.

Upacara adat rumamba akan diawali dengan pemukulan tetengkoren oleh tokoh adat. Pemukulan tetengkoren dilanjutakan dengan ungkapan rasa syukur dengan bahasa daerah Minahasa. Tokoh adat juga akan membagikan permen kepada para tamu sebagai wujud pembagian berkat.

Tradisi Rumamba ini tergolong panjang prosesinya. Setelah ritual yang dilakukan oleh tokoh adat akan dilanjutkan dengan penanaman pohon tawaang oleh Bupati, tokoh Brigade Manguni, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tuan rumah. Prosesi dilanjutkan dengan pagelaran tarian maengket, tarian kabasaran, gunting pita oleh pemilik rumah, penyerahan kunci oleh tukang kepada tuan rumah.

Penyerahan kunci merupakan simbol dari pekerjaan membangun rumah telah selesai. Saat memasuki rumah, tuan rumah akan melakukan tradisi menyalakan lampu disertai dengan berdoa. Ritual dilanjutkan dengan mempersilakan para tamu memasuki rumah untuk menguji ketahanan rumah.


Nilai Sosial dan Kebersamaan

"Rumamba" tidak hanya memiliki makna spiritual tetapi juga sosial. Tradisi ini menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Masyarakat saling membantu dalam persiapan upacara dan berbagi kebahagiaan saat acara berlangsung. Tradisi ini mencerminkan solidaritas dan kebersamaan yang kuat di antara warga Minahasa.

Dalam era modern, tradisi "Rumamba" masih dijaga dan dilaksanakan oleh masyarakat Minahasa. Meski ada penyesuaian dalam beberapa aspek ritual, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap dipertahankan. "Rumamba" menjadi simbol dari kekayaan budaya Minahasa yang harus dilestarikan dan dijaga keberlanjutannya.

Penutup

Tradisi "Rumamba" di Minahasa adalah warisan budaya yang sarat makna. Melalui upacara ini, masyarakat Minahasa mengekspresikan rasa syukur dan doa bagi keselamatan serta kebahagiaan keluarga di rumah baru. Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas dalam kehidupan sehari-hari. "Rumamba" adalah cerminan dari kearifan lokal yang patut dihargai dan dilestarikan untuk generasi mendatang.

(Sumber Informasi : Infobudaya.net dan budaya-indonesia.org/ )

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....