Fakta, Pohon Trembesi Sebagai Penyerap Gas CO2 Tertinggi

  • 03 Jun 2024 11:09 WIB
  •  Sabang

KBRN Sabang – Suasana asri penuh dengan pepohonan besar dan terawat tentu menjadi daya tarik tertentu bagi yang mengunjungi kota Sabang, adem,teduh dan betah jika berteduh di bawahnya. Mengutip laman Lindungi hutan.com /senin 3 Juni 2024/ Pohon trembesi rata-rata dapat tumbuh hingga mencapai 30-40 meter dengan lingkar pohon sekitar 4,5 meter dan mahkotanya berukuran 40-60 cm. Umur pohon ini bisa mencapai 600 tahun.

Trembesi mempunyai bentuk batang yang tidak beraturan. Kadang kala berbentuk bengkok atau menggelembung besar. Warna batang trembesi cenderung cokelat kehitaman saat berumur tua dan permukaan kulitnya kasar, serta terlihat seperti terkelupas.

Dan daun trembesi majemuk dengan pangkal tangkainya berukuran 7-15 cm. Ukuran daunnya kecil kisaran 4-5 cm dan berwarna hijau pekat atau hijau tua. Daun trembesi juga sensitif terhadap cahaya. Jadi, ketika cuaca mendung atau gelap akan menutup atau berlipat. Maka dari itu, pohon trembesi dijuluki sebagai ‘Pohon pukul lima’

Tidak hanya itu pohon trembesi ini juga mempunyai buah yang berbentuk panjang, tetapi sedikit melengkung. Berukuran sekitar 10-20 cm, lebar 1,5-2 cm dan tebal 0,6 cm. Sewaktu matang buah trembesi akan terlihat coklat kehitaman dan terdapat biji di dalamnya dengan panjang 1,3 cm.

Fakta lain menurut Dr. Ir. H. Endes N. Dahlan, Dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, pohon trembesi mempunyai daya serap gas CO2 yang sangat tinggi. Bahkan, satu pohon trembesi dapat menyerap hingga 28,5 ton gas CO2 per tahunnya (diameter tajuk 15 meter). Maka dari itu, pohon trembesi baik apabila ditanam sebagai pohon peneduh dan juga sebagai vegetasi Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Selain itu Manfaat pohon trembesi selain sebagai penyerap karbon juga terbukti efektif menyerap logam berat timbal.

Pb (timbal) adalah logam berat yang paling banyak terdapat di lingkungan dan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Timbal merupakan hasil dari gas buang kendaraan bermotor, yang mana dengan makin bertambahnya kendaraan bermotor maka akan makin banyak pula manusia dan lingkungan yang ikut tercemar.

Salah satu cara untuk mengurangi emisi timbal yaitu dengan menanam pohon trembesi.

Seperti di jalan Diponegoro kota Sabang berbaris disisi kiri kanan bahu jalan dengan pemandangan pohon trembesi yang membuat suasana hati nyaman jika kita berada di bawah rindangnya pohon trembesi.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....