Cek fakta, Cula Badak Adalah Obat Mujarab

  • 25 Mei 2024 18:14 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende: Badak, salah satu ikon kekuatan alam, kini menghadapi ancaman serius akibat perburuan yang tidak terkendali. Perburuan badak tidak hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar gelap, tetapi juga didorong oleh keyakinan dan Mitos tak berdasar akan khasiat cula badak sebagai obat mujarab.

Di pasar gelap, harga cula badak mencapai kisaran yang mencengangkan, dengan satu kilogramnya dapat dihargai hingga puluhan ribu dolar. Para ahli menyatakan, bahwa Kandungan cula badak terdiri dari bahan yang sama dengan kuku manusia, yaitu keratin.

Keratin adalah protein yang juga ditemukan pada rambut dan kuku manusia, serta pada tanduk hewan lainnya, seperti Sapi, rusa, kerbau, kambing ataupun banteng. Oleh karena itu, secara ilmiah tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa cula badak memiliki khasiat sebagai obat mujarab.

Meskipun banyak klaim yang menyebutkan bahwa cula badak memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa, namun klaim tersebut tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Namun, kesalahpahaman ini terus memicu permintaan tinggi akan cula badak di pasar gelap.

Jika cula badak diambil meskipun badak dapat bertahan hidup setelah cula mereka diambil, namun proses pertumbuhan kembali cula tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama. Selama periode ini, badak menjadi lebih rentan terhadap berbagai ancaman seperti penyakit akibat bekas luka, bahkan serangan dari predator dan perburuan ilegal oleh manusia.

Sehingga, mengambil cula badak tidak hanya akan mengancam individu tersebut, tetapi juga dapat berdampak negatif pada populasi badak secara keseluruhan. Dalam upaya memerangi perburuan badak, pemerintah telah memberlakukan undang-undang.

Badak merupakan salah satu dari banyak hewan yang masuk dalam daftar hewan dilindungi di Indonesia. Perlindungan ini dimaksudkan untuk mempertahankan keberadaan spesies yang semakin terancam oleh aktivitas manusia seperti perburuan dan perusakan habitat alami. Namun, upaya konservasi belum sepenuhnya berhasil mengatasi ancaman terhadap badak.

Para pakar dan ahli lingkungan menegaskan pentingnya upaya bersama dari semua pihak untuk melindungi badak dan habitat mereka. Dr. Andi Gunawan dari Indonesian Rhino Foundation menyoroti perlunya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, LSM, dan masyarakat untuk mengatasi perburuan badak dan menjaga keberlanjutan spesies ini. Menurutnya, tanpa upaya bersama, badak dan spesies lainnya akan semakin terancam punah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....