Tradisi Malam Bakupas, Menjaga Warisan Budaya Minahasa

  • 22 Mei 2024 13:30 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Tradisi Malam Bakupas kembali digelar dengan penuh hikmat oleh masyarakat Minahasa pada malam sebelum pernikahan pasangan muda, Jefry Tumbelaka dan Clara Wenas. Acara yang berlangsung di rumah keluarga calon pengantin perempuan ini dihadiri oleh keluarga besar, sahabat, serta tokoh adat dan masyarakat setempat.

Malam Bakupas adalah salah satu tradisi adat Minahasa yang kaya akan nilai budaya dan spiritual. Tradisi ini bertujuan untuk memberikan restu, nasihat, dan persiapan mental serta spiritual bagi pasangan yang akan menikah. Pada kesempatan ini, keluarga besar kedua belah pihak berkumpul untuk mempererat tali silaturahmi dan memberikan dukungan moral.

Prosesi dan Ritual Malam Bakupas

Acara dimulai dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Pendeta Yoris Lumentut, memohon berkah dan perlindungan bagi Jefry dan Clara dalam mengarungi kehidupan rumah tangga.

Suasana menjadi haru ketika kedua calon pengantin menerima nasihat dari orang tua dan para tetua adat. Nasihat yang disampaikan meliputi pentingnya saling pengertian, kesetiaan, dan tanggung jawab dalam menjalani kehidupan pernikahan.

Salah satu momen penting dalam Malam Bakupas adalah upacara simbolis pembersihan. Dalam prosesi ini, Jefry dan Clara diusap dengan air yang telah didoakan oleh pemuka adat, melambangkan pemurnian dan kesiapan mereka untuk memulai kehidupan baru bersama.

Setelah prosesi pembersihan, keluarga dari kedua belah pihak saling bertukar seserahan. Seserahan ini berupa makanan tradisional, pakaian adat, dan barang-barang berharga lainnya yang melambangkan restu dan harapan baik. Acara kemudian diakhiri dengan makan bersama, mencerminkan kebersamaan dan solidaritas keluarga besar.

Makna dan Pentingnya Malam Bakupas

"Malam Bakupas bukan hanya sebuah tradisi, tetapi juga sarana untuk memperkuat ikatan keluarga dan mempersiapkan pasangan pengantin secara menyeluruh. Melalui nasihat dan doa, kami berharap Jefry dan Clara dapat membangun rumah tangga yang harmonis dan bahagia," ujar Bapak Dominggus Tumbelaka, ayah dari calon pengantin pria.

Tradisi ini juga menjadi momen penting untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya Minahasa. Dengan tetap melaksanakan Malam Bakupas, generasi muda diingatkan akan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam adat istiadat, serta pentingnya menghormati dan menjalankan kearifan lokal.

Penutup

Acara Malam Bakupas Jefry dan Clara berakhir dengan penuh kebahagiaan dan harapan. Tradisi yang sarat makna ini menjadi fondasi kuat bagi pasangan pengantin untuk memulai kehidupan baru. Masyarakat Minahasa pun terus berkomitmen untuk melestarikan tradisi ini, sebagai bagian dari identitas budaya yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dengan semangat kekeluargaan dan nilai-nilai adat yang terus dipegang teguh, Malam Bakupas akan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup masyarakat Minahasa, mengiringi langkah-langkah pasangan muda menuju kehidupan pernikahan yang penuh berkah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....