[HOAX] Kasus Demam Berdarah Meningkat karena Wolbachia
- 14 Mei 2024 11:31 WIB
- Cirebon
Pada 3 Mei 2024 lalu beredar unggahan di media sosial Facebook yang berisi klaim bahwa peningkatan kasus demam berdarah di Indonesia karena efek dari vaksin Covid-19 dan diterapkannya metode Wolbachia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta oleh Raymondha Elsha dari Turn Back Hoax Indonesia, klaim tersebut adalah salah. Faktanya, Wolbachia mampu mengurangi infeksi virus dengue ketubuh manusia dan nyamuk ber wolbachia mampu menurunkan infeksi dengue sampai dengan 77% dan mencegah hospitalisasi hingga 83%.
Dilansir dari Tempo.com, Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Erni Juwita Nelwan, mengatakan faktor lingkungan berperan penting dalam lonjakan kasus DBD karena nyamuk Aedes aegypti biasanya bertelur saat musim panas. Telur-telur tersebut dapat bertahan hingga delapan bulan dan akan menetas saat tergenang air. Maka, musim panas berkepanjangan karena El Niño membuat stok telur Aedes aegypti meningkat dan saat hujan jumlah nyamuk yang lahir jauh lebih banyak dari biasanya.
Penerapan metode Wolbachia telah dilakukan Universitas Gadjah Mada (UGM) di sejumlah lokasi permukiman warga di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak tahun 2011. Metode ini berhasil menunjukkan tingkat risiko yang rendah terhadap manusia.
Jadi, dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa klaim mengenai kasus DBD di Indonesia meningkat karena efek vaksin dan penggunaan metode Wolbachia adalah salah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....