Konsumsi Nasi Sisa Semalam, Benarkah Baik untuk Diabetes?
- 07 Apr 2024 19:51 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : Sayang rasanya jika kita harus membuang makanan yang belum habis saat makan malam, apalagi jika makanan tersebut masih bisa dihangatkan dan dikonsumsi pada keesokan harinya. Karenanya, banyak orang Indonesia yang suka makan nasi sisa kemarin. Nasi tersebut dihangatkan kembali atau paling sering dibuat nasi goreng.
Tindakan tersebut bukan hanya bagian dari sifat berhemat, melainkan, ternyata, memiliki manfaat kesehatan. Pasalnya, reaksi zat-zat kimia yang terjadi saat makanan itu disimpan semalaman ternyata punya banyak manfaat positif.
Dirangkum dari sajiansedap.grid.id, Nasi sisa kemarin ternyata terbukti punya kandungan kalori 60 persen lebih sedikit dibandingkan dengan nasi yang baru matang. Namun, jika kita ingin mengonsumsi nasi kemarin, kita tetap perlu memasaknya dengan benar.
Salah satu cara menanak nasi yang dianjurkan adalah menambahkan sedikit minyak kelapa setelah air mendidih sebelum beras dimasukkan dalam panci.
Setelah matang dan dingin, masukkan nasi ke dalam kulkas selama 12 jam.
Jika nasi yang baru matang langsung dimakan, pati akan diubah menjadi gula atau glukosa oleh tubuh. Glukosa ini jika tidak langsung dibakar akan disimpan sebagai lemak. Sementara itu, jika nasi didiamkan semalaman, pati akan diubah menjadi pati resistan yang tidak bisa dicerna tubuh. Ini berarti kalori tidak akan bertambah.
Penambahan minyak kelapa juga akan membuat nasi kemarin tidak terlalu lengket dan memproduksi lebih banyak pati resistan dalam nasi. Walau begitu, memanaskan kembali nasi ternyata tidak terlalu direkomendasikan. Menurut ahli mikrobiologi Martin Goldberg, Bakteri Bacillus cereus yang ditemukan dalam nasi bisa bertahan selama proses pemasakan. Ketika nasi sudah dingin, spora akan memperbanyak diri dan memproduksi neurotoksin yang bisa membuat sakit.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....