Jelang Ramadan, Bapanas Diminta Benahi Tata Kelola Beras
- 07 Mar 2024 00:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Menjelang tibanya bulan Ramadan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) diminta membenahi tata kelola beras. Pembenahan itu harus dilakukan dari hulu ke hilir sehingga tercapai kesejahteraan, baik bagi produsen, pelaku bisnis, maupun konsumen.
Demikian dikatakan Ketua Umum Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (DPP Perpadi), Sutarto Alimoeso, dalam perbincangan dengan Pro 3 RRI, Rabu (6/3/2024).
"Kita ini sebenarnya punya pengalaman apa yang disebut dengan siklus bulanan dan siklus tahunan," ujarnya.
Menurut Soetarto, dalam surplus bulanan ini, maka akan diketahui waktu surplus dan minus produksi beras. Sedangkan untuk siklus tahunan biasanya ada hubungan dengan hari-hari besar.
"Pada saat siklus bulanan tentunya interpretasi pasar oleh pemerintah ini harus ditingkatkan. Hal ini agar terjadi keseimbangan antara supply dan demand," ucapnya.
Pads siklus tahunan ini, lanjut dia, permintaan akan meningkat. Terutama pada saat menjelang hari besar, seperti menjelang Ramadan dan Idulfitri, atau akhir tahun yaitu Natal. "Itu biasanya akan ada peningkatan," kata dia.
Sutarto menjelaskan, dengan peningkatan demand yang tinggi ini, maka mau tidak mau instrumen untuk menjaga stabilitas mengharuskan pemerintah terus mengisi pasar. "Namun, untuk bisa mengisi, tentunya pemerintah harus punya stok," ujarnya.
Sebelumnya, Bapanas memastikan stok beras aman hingga memasuki Ramadan tahun ini. Hal itu karena akan terjadi panen raya pada Maret 2024.
"Pada Maret 2024 akan panen raya yang jumlahnya diperkirakan mencapai 3,5 juta ton beras," kata Kepala Bapanas, Arief Prasetyo, saat mengecek stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (28/2/2024).
Ia menjelaskan, penambahan itu berasal dari hasil panen raya di sejumlah daerah dan itu akan dimulai berlangsung minggu ini. Ia memperkirakan panennya akan sebanyak 3,5 juta ton.
"Bulan Maret ini Insya Allah panennya akan 3,5 juta ton, itu prediksi KSA (kerangka sampel area) dari teman teman BPS. Kemudian minggu-minggu ini panen lokal sudah dimulai," ujarnya.
Soetarto menambahkan,naiknya harga beras saat ini dipengaruhi oleh naiknya harga gabah. "Harga gabah Rp8.000/kg, maka jangan heran kalau harga berasnya Rp16.000/kg. Kalau mau harga berasnya Rp14.000/kg, maka harga gabahnya itu kurang lebih Rp7.000/kg," kata Arief.
Ia meyakini bahwa usai panen nanti harga gabah dan beras akan turun. Harga gabah akan berangsur turun dari yang sebelumnya Rp8.600/kg-Rp8.700/kg akan menjadi Rp8.000/kg, akan turun lagi kemungkinan ke level Rp6.500/kg.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....